Pantau Flash
Kalahkan Chelsea di Stamford Bridge, Liverpool Kokoh di Puncak Klasmen
Hasil Balap F1 GP Singapura: Vettel Juara, Hamilton Tak Dapat Podium
Marc Marquez Juara GP Aragon, Gelar Keenam Semakin Dekat
Kalahkan Hendra/Ahsan, Kevin/Marcus Juara China Open 2019
Kalah dari Momota, Ginting Gagal Pertahankan Gelar China Open

Ahli Hukum Pidana Sebut Kebohongan Ratna Bukan Kategori Tindak Pidana

Ahli Hukum Pidana Sebut Kebohongan Ratna Bukan Kategori Tindak Pidana Ratna Sarumpaet saat akan jalani persidangan (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Saksi ahli hukum pidana Mudzakir, yang dihadirkan oleh tim kuasa hukum terdakwa, menilai bahwa kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet tidak dapat dikategorikan sebagai tindak pidana.

"Memang perbuatan Ibu Ratna itu bukan perbuatan pidana. Bohong itu tidak dilarang dalam hukum pidana tapi dilarang dalam bidang yang lain," ucap Mudzakir, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019). 

Baca juga: Sidang Ratna: Ahli Pidana Sebut Pasal yang Didakwakan JPU Kurang Tepat

Tak dapat dikategorikan sebagai tindak pidana, kata Mudzakir, lantaran kebohongan yang dilakukan Ratna disebut dilatarbelakangi rasa malu jika mengaku telah melakukan tindakan medis kepada pihak keluarga. 

Untuk itu kebohongan itu tak dapat disebut menimbulkan keonaran, lantaran kebohongan itu hanya ditujukan kepada keluarga dan kerabat dekatnya. 

"Karena dia berbuat kan untuk kepentingan keluarganya. Bohong untuk keluarga. Karena dia malu telah melakukan tindakan medis operasi sedot lemak. Maksud tujuannya bukan untuk menimbulkan keonaran, tapi semata-mata untuk kepentingan dirinya sendiri demi hubungan dengan anak," papar Mudzakir.

Bahkan, Mudzakit mengatakan bahwa permasalahan itu semestinya dapat diselesaikan dengan adanya pengakuan dan permintaan maaf dari Ratna kepada orang-orang yang telah dibohongi. 

"Kalau sekarang orang itu telah mengakui bahwa ia dipukuli itu adalah bohong dan ia minta maaf terhadap orang-orang yang membaca menerima informasi itu, kan, sudah selesai," singkat Mudzakir. 

Baca juga: Sidang Ratna Sarumpaet, Ahli ITE: Tak Ada Istilah Keonaran di Medsos

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet disebut telah dianiaya oleh dua orang lelaki hingga wajahnya lebam pada Oktober 2018. Setelah dilakukan penyelidikan di Polda Metro Jaya, ternyata penyebab wajah babak belur yang dialami Ratna bukan dianiaya melainkan imbas setelah melakukan operasi sedot lemak.

Dalam perkara itu, Ratna dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Indivasi dan Transaksi Elektronik. Ratna terancam hukuman 10 tahun penjara.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: