Forgot Password Register

Anemia Otak Akhiri Kepemimpinan Kaisar Jepang Akihito Lebih Cepat

Kaisar Jepang Akihito. (Foto: Reuters/Thomas Peters) Kaisar Jepang Akihito. (Foto: Reuters/Thomas Peters)

Pantau.com - Kaisar Jepang Akihito membatalkan tugas umumnya setelah mengalami pusing dan mual akibat serangan anemia otak. Pihak istana mengatakan hal itu terjadi lantaran mandeknya aliran darah ke otak. 

Akihito (84) yang menghabiskan hampir tiga dasawarsa di tahta untuk menyembuhkan luka perang, akan mundur pada 30 April tahun depan dalam turun tahta pertama oleh kaisar Jepang selama hampir dua abad.

Saat ini pihak istana akan terus mengontrol kesehatan Akihito di Kerajaan Tokyo.

Baca juga: Sadis! Gangster Prancis Ini Kabur dari Penjara Bergaya Mafia Italia

Kantor berita Kyodo mengatakan, istri Akihito, Permaisuri Michiko, akan tetap bertemu Putri Ayako, putri dari mendiang sepupu Akihito, Pangeran Takamado, yang akan mengunjungi pasangan kekaisaran itu pada Senin setelah pengumuman pertunangannya dengan warga biasa berusia 32 tahun.

Akihito, yang telah menjalani operasi jantung dan perawatan untuk kanker prostat, mengatakan pada 2016 bahwa ia takut faktor bertambahnya usia mungkin mempersulitnya memenuhi tugasnya.

Setelah dianggap sebagai keturunan langsung dewa, kaisar Jepang kini didefinisikan oleh konstitusi sebagai "lambang negara dan kesatuan rakyat", tetapi tidak memiliki kekuatan politik.

Baca juga: Putin Ogah Tanggapi Ocehan Trump Jika Bicarakan...

Akihito dan Michiko menghabiskan banyak waktu dengan mencoba menangani peninggalan Perang Dunia Kedua, yang diperjuangkan atas nama ayahnya, Hirohito, dan menghibur korban bencana atau kesengsaraan lain. Dia dihormati oleh rata-rata orang Jepang.

Ahli warisnya adalah Putra Mahkota Naruhito, yang berusia 58 tahun.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More