Pantau Flash
Kementan Ekspor Dedak Gandum Cilegon ke 4 Negara Senilai Rp39,6 Miliar
Ekspor Jepang Loyo 10 Bulan Berturut-turut
Soal Brexit: Inggris Bisa Keluar dari Uni Eropa dalam 10 Hari ke Depan
Jelang Duel dengan Petinju Afsel, Daud Yordan Fokus Latih Tanding
Pemerintah Diminta Konsisten Terapkan Aturan IMEI

Anggota Komisi III: Pimpinan KPK Ingin Permalukan Presiden

Headline
Anggota Komisi III: Pimpinan KPK Ingin Permalukan Presiden Politikus Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Anggota Komisi III DPR RI Taufiqulhadi, menilai langkah pimpinan KPK yang menyerahkan mandat tanggungjawab kepada Presiden Joko Widodo, merupakan sikap yang ingin mempermalukan Presiden.

Menurutnya, tidak ada alasan yang diungkapkan mengapa para pimpinan KPK mengambil langkah tersebut.

"Itu sebuah pembangkangan terhadap perintah konstitusi dan sekaligus bermaksud ingin mempermalukan Presiden sebagai kepala eksekutif di negara ini," kata Taufiqulhadi di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga: Agus Rahardjo: Dengan Berat Hati Pengelolaan KPK Dikembalikan ke Presiden

Taufiqulhadi mengatakan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui alasan yang membuat pimpinan KPK itu menyerahkan mandat tanggungjawab kepada Presiden.

Namun politisi Partai NasDem itu menduga langkah tersebut diambil karena ada dua alasan, pertama gagal menjegal Firli Bahuri menjadi komisioner dan juga Ketua KPK.

"Kedua, mereka melakukan itu untuk menekan Presiden agar memanggil untuk membicarakan RUU KPK," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kalau dugaannya itu benar, maka dinilai sebagai manuver politik yang tidak beretika, terutama ditujukan kepada Presiden.

Dia menyarankan Presiden tidak menggubris manuver politik pimpinan KPK tersebut karena jauh dari keadaban dan hanya ingin menang sendiri.

Baca Juga: Jaksa Agung: Revisi UU KPK Disesuaikan di Setiap Kebutuhan

Sebelumnya diberitakan, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mundur dan menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dengan berat hati, hari ini Jumat 13 September 2019 kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden Republik Indonesia," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Terkait hal itu, Agus menyatakan pihaknya akan menunggu perintah Presiden apakah masih akan dipercaya sampai bulan Desember 2019.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Bagaskara Isdiansyah
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: