Pantau Flash
Jokowi kepada Seluruh Kementerian: Belanjakan DIPA 2020 Secepat-cepatnya
Timnas U-22 Indonesia Terancam Tanpa Pemain Senior di SEA Games 2019
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor

Arab Saudi Soal Serangan Fasilitas Minyak: Bukti Mengarah pada Iran

Arab Saudi Soal Serangan Fasilitas Minyak: Bukti Mengarah pada Iran Kebakaran di fasilitas minyak Arab Saudi. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Arab Saudi memperlihatkan sisa-sisa yang digambarkannya sebagai peluru kendali jelajah dan 'drone' milik Iran yang digunakan dalam serangan fasilitas minyak Saudi, dengan mengatakan mereka "tak dapat mengelak" bukti agresi Iran.

Sebanyak 25 'drone' dan rudal ditembakkan ke dua pabrik minyak pada serangan pekan lalu, termasuk kendaraan udara tanpa awak (UAV) Iran Delta Wing dan rudal jelajah "Ya Ali", ungkap juru bicara Kementerian Pertahanan, Kolonel Turki al-Malki.

"Serangan berasal dari arah utara dan tak dapat diragukan lagi didukung oleh Iran," kata dia saat konferensi pers. "Bukti yang anda lihat di depan anda, membuat ini "tak bisa berkutik".

Baca juga: Rusia Siap Fasilitasi Arab Saudi Senjata Pasca Serangan Pabrik Minyak

Otoritas berwenang Saudi memang masih melakukan penyelidikan guna menentukan titik pasti peluncuran. Malki kemudian kembali menolak berkomentar saat ditanya apakah Iran benar-benar melakukan serangan tersebut.

Iran membantah keterlibatan apapun dalam serangan yang mulanya mengurangi produksi minyak Arab Saudi. Seorang penasihat presiden Iran mencuit di Twitter bahwa konferensi pers tersebut membuktikan Arab Saudi "tak tahu apa-apa."

Kelompok al-Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran, yang memerangi koalisi militer pimpinan Saudi, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca juga: Presiden Iran Hassan Rouhani: Serangan di Arab Saudi Balasan dari Yaman

Pada Rabu kelompok al Houthi memaparkan jenis 'drone' yang katanya digunakan dalam serangan 14 September sekaligus memperingatkan bahwa Uni Emirat Arab juga berada di dalam benaknya. Malki menegaskan kembali serangan itu tidak mungkin datang dari Yaman, selatan Arab Saudi, dan bahwa al Houthi melindungi Iran.

"Dampak presisi rudal jelajah mengindikasikan kemampuan di luar kapasitas proksi Iran," kata dia. "Arah sasaran situs menunjukkan dari utara ke selatan."

Sebanyak 18 'drone' dan tiga rudal diluncurkan ke Abqaiq, lokasi pabrik pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia, namun rudal-rudal itu "gagal", kata Malki. Ia menyebutkan empat rudal menargetkan Khurais, menambahkan bahwa rudal Ya Ali memiliki jangkauan 700 km dan telah digunakan oleh Pengawal Revolusi Iran (IRGC).

Tim Pantau
Sumber Berita
Widji Ananta
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: