Pantau Flash
ESDM: Kontrak Blok Corridor Diteken Gunakan Skema Gross Split
Seorang Ekstremis Selandia Baru Rencanakan Pembunuhan PM Jacinda Ardern
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diprediksi 5,5 Juta
PBSI Targetkan Juara Umum SEA Games 2019
Imbauan MUI Jatim ke Pejabat Muslim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama Disorot

Aulia Kesuma Bujuk Berhubungan Badan Sebelum Menghabisi Nyawa Sang Suami

Aulia Kesuma Bujuk Berhubungan Badan Sebelum Menghabisi Nyawa Sang Suami Aulia Kesuma alias Aulia Mei Nei. (Foto: Facebook/Aulia Kesuma)

Pantau.com - Aulia Kesuma, otak pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama dan Adi Pradana, menyebut dirinya sempat melayani nafsu seksual sebelum menghabisi nyawa suaminya.

"Hari Jumat malam (mengeksekusi Edi). Jumat malam itu pun setelah saya melakukan hubungan suami istri," ucap Aulia di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).

Aulia mengaku sengaja berhubungan badan agar sang suami lelah dan eksekutor yang telah disewanya itu segera beraksi. Ternyata, ajakan itu sempat ditolak Edi dengan alasan kegiatan intim itu biasa dilakukannya pagi hari.

Namun, dengan berbagai alasan akhirnya Aulia dapat membujuk suaminya berhubungan badan.

"Memang Pak Edi sempat bilang tidak mau lah kalau malam, karena kita biasanya pagi. Tapi saya bilang tidak bisa kalau pagi karena saya ada acara," kata Aulia.

Baca juga: Sinetron Jadi Inspirasi Aulia Kesuma Bakar Jasad Suami dan Anak Tiri

Kegiatan suami istri itu pun dilakukan, setelah sebelumnya Aulia memberikan puluhan butir obat tidur yang dilarutkan ke dalam jus tomat. Hingga beberapa jam Edi terlelap, barulah para eksekutor melakukan tugasnya menghabisi nyawa Edi.

"Eksekutor nunggu Edi untuk tidur, ada sekitar 3-4 jam baru bereaksi untuk tidur," pungkas Aulia.

Sebelumnya diberitakan, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan tewas di dalam mobil yang terbakar. Pembakaran itu dilakukan oleh anak istrinya yakni, KV alias GK yang didalangi oleh ibu kandungnya, AK (35).

Dalam melakukan pembunuhan ini, AK menyuruh empat orang untuk menculik kedua korban di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Setelah diculik, kedua korban kemudian dibunuh oleh pembunuh bayaran dan jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla. Kemudian, dua jasad itu diserahkan kepada AK dengan cara bertemu di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Curahan Hati Aulia Kesuma Soal Anak Tiri, dari Narkoba hingga Ancaman

Untuk menghilangkan barang bukti, tersangka menyuruh GK untuk membeli premium dan membawa kedua jasad yang tidak lain adanya suami dan anak tirinya itu ke semak-semak di Kampung Bondol. Setelah itu, premium yang dibelinya disiramkan ke dalam mobil dan ke kedua jasad itu kemudian dibakar.

Kasus ini terungkap pada Minggu, 25 Agustus lalu setelah warga sekitar melihat ada minibus yang terbakar di pinggir jalan menjorok ke semak-semak. Setelah api dipadamkan ternyata di dalam kendaraan roda empat itu ditemukan dua jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar dan bersisa hanya tulangnya saja.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: