Pantau Flash
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan
Bima Sakti Tetapkan 23 Pemain Isi Skuad Garuda Asia di Piala AFF U-15
BNPB Sebut Tujuh Provinsi Ini Terdampak Kekeringan
KPK Benarkan Pemprov Papua Belum Berhentikan ASN Terlibat Korupsi
Atletik Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

Bachtiar Nasir Kembali Absen dari Pemeriksaan, Ini Kata Kuasa Hukum

Bachtiar Nasir Kembali Absen dari Pemeriksaan, Ini Kata Kuasa Hukum Kuasa hukum Bachtiar Nasir, Azis Yanuar (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Mantan Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir direncanakan menjalani pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) pada Selasa (14/5/2019). Akan tetapi, pemeriksaan itu terpaksa ditunda lantaran Bachtiar tengah berada di luar negeri.

Kuasa hukum Bachtiar Nasir, yakni Aziz Yanuar menyebut keberadaan kliennya di luar negeri itu lantaran tengah berpartisipasi pada acara Liga muslim dunia yang berlangsung pada 19-22 Mei 2019.

"(Bachtiar Nasir) sedang ada undangan pertemuan di luar negeri tepatnya di Saudi Arabia," ucap Aziz kepada Pantau.com saat dihubungi, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Polisi Ajukan Pencekalan Bachtiar Nasir ke Luar Negeri 

Selain itu, Aziz juga menegaskan bahwa ketidakhadiran dari kliennya itu bukan tanpa pemberitahuan. Sebab, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengirimkan surat kepada penyidik tekait hal tersebut.

"Sudah (mengkonfirmasi ketidakhadiran) Senin saya ke Mabes sampaikan suratnya," cetus Aziz.

Sebelumnya diberitakan, Aziz menyebut bahwa pihaknya telah memberikan surat permohonan penundaan pemeriksaan kepada penyidik terkait kasus dugaan pencucian uang terhadap aset Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

Dalam surat permohonan itu, tim kuasa hukum meminta kepada penyidik untuk menunda agenda pemeriksaan hingga berakhirnya bulan suci Ramadhan.

"Ya harapannya selepas bulan ramadan, karena ini padat, cuman nanti kita lihat kebijaksaan dan kebijakan dari pihak kepolisian," ucap Aziz di Bareskrim Polri, Rabu, 8 Mei 2019.

Baca juga: Pengamat: Kasus Bachtiar Nasir Tidak Bisa Disebut Kriminalisasi Ulama 

Untuk diketahui, Bachtiar Nasir diduga melakukan tindak pidana pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

Dugaan itu lantaran Bachtiar diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening yayasan tersebut. Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017. Selain itu dana juga digunakan untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.



Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: