Pantau Flash
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis di Tangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya
Putin Perintahkan Kemhan Rusia Balas Uji Coba Peluru Kendali AS

Polisi Ajukan Pencekalan Bachtiar Nasir ke Luar Negeri

Headline
Polisi Ajukan Pencekalan Bachtiar Nasir ke Luar Negeri Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Karo Penmas DivHumas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya telah mengajukan surat permohonan cegah dan tangkal (cekal) ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM guna mencegah Ustaz Bachtiar Nasir yang menjadi tersangka dugaan pencucian uang (TPPU) dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) pergi ke luar negeri.

Surat cekal tersebut telah diajukan oleh pihak kepolisian pada Kamis kemarin, 9 Mei 2019.

Baca juga: Ini Dua Alasan Polisi Tetapkan Bachtiar Nasir Jadi Tersangka TPPU

"Surat permohonan sudah dibuat dan sudah diajukan di Ditjen imigrasi," ucap Dedi saat dikonfirmasi, Jumat (10/5/2019).

Saat disinggung mengenai adakah kekhawatiran dari pihak kepolisian bahwa Bachtiar akan pergi keluar negeri sehingga mangkir dan memperlambat proses pemeriksaan, Dedi menampik hal itu.

Sebab, sambung Dedi, pengajuan permohonan cekal terhadap Bachtiar hanya untuk mempermudah proses penyidikan.

"Tidak lah kalau kabur, cuma agar tidak berpergian ke luar negeri dulu karena masih dibutuhkan keterangannya," ujarnya.

Sebelumnya, Ustaz Bachtiar Nasir ditetapkan polisi sebagai tersangka karena diduga melakukan TPPU dalam penggunaan aliran dana di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

Baca juga: Polisi Sebut Tindak Pidana Pencucian Uang Bachtiar Nasir Capai Rp1 M

Dugaan itu lantaran Bachtiar diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening yayasan tersebut. Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: