Pantau Flash
The Fed Turukan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Menguat
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Perairan Indonesia
PBNU Ikut Komentar Soal Kenaikan Cukai Rokok Berdampak ke Petani Tembakau
PKB Pastikan Beri Bantuan Hukum untuk Imam Nahrawi
Indonesia Hancurkan Kepulauan Mariana Utara 15-1

Bansos, Dana Desa hingga Transportasi Didorong Non Tunai

Bansos, Dana Desa hingga Transportasi Didorong Non Tunai Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Transaksi non tunai atau cashless terus digalakan oleh pemerintah. Untuk mendorong upaya tersebut, Bank Indonesia (BI) memperluasan program elektronifikasi penyaluran bansos, dana desa, moda transportasi, dan operasi keuangan Pemerintah.

"Perluasan elektronifikasi dari Pemda tentu banyak kegiatan-kegiatan Pemda untuk elektronifikasi. Salah satunya, pembiayaan gaji untuk pegawai outsourcing," ujar Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi di Gedung BI, Jl. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Belanja di Tanah Abang atau Thamrin City? Ini Harga Item Terbarunya...

Pihaknya menuturkan, upaya tersebut dilakukan agar dapat memperkuat peran sistem pembayaran dalam mendukung kegiatan ekonomi.

"Berbagai project beli bahan bangunan sekarang lewat rekening, termasuk retribusi dan pelayanan public, memang harus lewat rekening, jadi semua ini terus diperluas," tuturnya.

Bank Indonesia mencatat tren pembayaran secara non tunai terus meningkat. Terutama uang elektronik, penggunaannya tercatat meningkat hingga 17,6 persen.

"Uang Elektronik tumbuh 17,1persen (yoy) pada Februari 2019," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo saat jumpa pers di Gedung BI, Jl. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Intip Harga Baju Terbaru di Thamrin City yang (Katanya) Murah

Untuk diketahui, transaksi non tunai  terus digalakan karena dinilai praktis tidak perlu membawa banyak uang tunai, higienis. Selain itu, akses lebih luas meningkatkan akses masyarakat ke SP,  transparansi transaksi membantu usaha pencegahan dan identifikasi kejahatan kriminal.

Kemudian, juga untuk efisiensi rupiah menekan biaya pengelolaan uang Rupiah dan cash handling dan perencanaan ekonomi lebih akurat sebab, transaksi tercatat secara lebih lengkap sehingga perencanaan lebih akurat.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: