Forgot Password Register

Benarkah China 'Tebus' Skandal Mega Korupsi 1MDB Malaysia?

Benarkah China 'Tebus' Skandal Mega Korupsi 1MDB Malaysia? Logo 1MDB. (Foto: Reuters/Olivia Harris)

Pantau.com - China menyanggah laporan Wall Street Journal yang mengatakan, para pejabat China menawarkan untuk menebus skandal korupsi Malaysia 1MDB dan mencoba membuat AS dan negara-negara lain untuk menjatuhkan penyelidikan korupsi ke dalam dana tersebut.

Dikutip dari pembicaraan dalam pertemuan antara para pejabat Cina dan Malaysia, tawaran itu disebutkan muncul pada tahun 2016 lalu. Sebagai imbalannya, Malaysia menawarkan China dalam proyek-proyek kereta api dan pipa untuk inisiatif infrastruktur Belt and Road Beijing.

Baca juga: Bank AS Goldman Sachs: Malaysia Berbohong Soal Korupsi 1MDB yang Menjerat Najib Razak

Kedutaan besar China di Kuala Lumpur langsung merespon laporan itu. Mereka mengatakan, China tidak pernah melampirkan kondisi politik pada kerjasamanya dengan negara lain.

“China selama ini menganut prinsip non-interferensi dalam urusan internal negara lain mana pun. Kami tidak menerima tuduhan tidak berdasar yang dilakukan terhadap Tiongkok," bunyi pernyataan kedubes China, yang dilansir dari The Guardian, Kamis (10/1/2019).

1MDB, yang didirikan oleh mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, adalah subjek investigasi korupsi dan pencucian uang di setidaknya menjerat enam negara. Skandal itu membuat Najib gagal dalam pemilu Malaysia pada 2018 lalu. 

Baca juga: KPK Malaysia Ajukan Penuntutan Pidana Terhadap Lima Orang Terkait Korupsi 1MDB

Menteri Keuangan Mahathir Lim Guan Eng mengatakan pemerintah akan mempelajari tuduhan yang dibuat dalam laporan Journal. “Saya harus merujuk kembali ke setiap detail yang secara eksplisit dikatakan. Jika itu dikatakan hitam putih, maka itu adalah sesuatu yang akan kita kejar," kata Lim seperti dikutip media Malaysia.

Sejak berkuasa pada Mei, pemerintah Mahathir menuduh pemerintah Najib menggelembungkan biaya transaksi Cina. Pemerintahan baru telah menghentikan proyek senilai lebih dari USD20 miliar yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan Cina, menunggu tinjauan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More