Forgot Password Register

Berkaca dari Kasus Audrey, Bagaimana Cara Bijak Anak Bermedia Sosial?

Berkaca dari Kasus Audrey, Bagaimana Cara Bijak Anak Bermedia Sosial? Ilustrasi bermedia sosial. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Orangtua perlu memberikan kesadaran tentang pemanfaatan media sosial kepada anak dan remaja agar tidak memunculkan persoalan perundungan (bullying), demikian disampaikan psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo.

"Anak perlu disadarkan bahwa socmed itu adalah ranah publik meskipun dia mengakses dari perangkat pribadinya. Anak merasa hak untuk mem-posting apapun karena melalui perangkatnya," kata Vera kepada awak media di Jakarta, Rabu, 10 April 2019, melalui surat elektronik.

Baca juga: Benarkah Gadget Merusak Psikologis Anak? Begini Faktanya..

Orangtua, lanjut Vera, perlu mengajak anak untuk membayangkan media sosial sebagaimana pusat perbelanjaan dengan berbagai karakter orang di dalamnya, seperti orang jahat ataupun baik. Dengan demikian, anak akan berhati-hati menggunakan media sosial. 

Vera juga meminta orangtua untuk tidak memberi hukuman fisik jika tidak berhasil mengajak diskusi kepada anak.

"Hukuman fisik tidak akan membawa hasil yang diharapkan. Justru anak hanya akan takut, tapi tidak paham mengapa dia tidak boleh sembarangan menggunakan media sosial," katanya.

Baca juga: Bukan Faktor Usia, Tapi Ini yang Jadi Pertimbangan Orangtua Beri Gadget ke Anak

Jika anak terlanjur menjadi korban perundungan di media sosial, seperti yang dialami siswi Sekolah Menengan Pertama (SMP) di Pontianak bernama Audrey (14), orangtua bisa saja meminta anak menutup akun media sosialnya.

"Hal yang paling bijak adalah tidak membalas. Jika membalas, artinya kita sama buruknya dengan si pelaku bullying. Orangtua boleh menyimpan bukti bullying yang diterima anak melalui media sosial (screen shot dan sebagainya) sebagai bukti jika suatu saat nanti diperlukan," ujar Vera.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More