Pantau Flash
Gerindra Tegaskan Tak Calonkan Eks Napi Koruptor di Pilkada
Ada 94 Aduan Terhadap ASN di www.aduanasn.com, Terbanyak Soal Intoleransi
Duh! 93 Rumah dan 165 Bidang Tanah Terdampak Akibat Proyek Tol
Wasekjen Demokrat: Kawan-kawan PDIP, Kalian Akan Kembali ke Bawah
Pemerintah Akan Luncurkan Biodiesel B30 pada Desember 2019

BJ Habibie Tutup Usia, Ini 5 Fakta Membanggakan Bapak Demokrasi Indonesia

Headline
BJ Habibie Tutup Usia, Ini 5 Fakta Membanggakan Bapak Demokrasi Indonesia BJ Habibie. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Indonesia baru saja kehilangan Bapak Teknologi sekaligus Bapak Demokrasi Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang dikenal sebagai BJ Habibie dalam usia 83 tahun. 

Presiden ke-3 RI ini telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto sejak 1 September 2019 karena kondisinya yang menurun. 

BJ Habibie dikenal sebagai seorang jenius yang telah menorehkan prestasi, berikut adalah fakta membanggakan tentang Bapak Teknologi Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Presiden ke-3 RI 

Presiden Soeharto bersama dengan Wakil Presiden BJ Habibie. (Foto: Wikimedia)

BJ Habibie menjabat sebagai presiden pascapengunduran diri Soeharto yang didesak mundur oleh rakyat Indonesia pada 1998. Masa Orde Baru selesai, Habibie memimpin jalannya masa reformasi. 

Bahkan, kala itu ia menamai kabinetnya dengan sebutan Kabinet Reformasi Pembangunan. Selama 17 bulan, Habibie berkesempatan menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Baca juga: Breaking News: BJ Habibie Wafat di Usia 83 Tahun

2. Bapak Demokrasi

BJ Habibie. (Foto: Reuters)

BJ Habibie mewarisi kondisi rumit Indonesia usai pengunduran diri Soeharto yang menimbulkan berbagai kerusuhan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Naik menjadi Presiden selama 1,4 tahun dua bulan, Habibie segera membentuk sebuah kabinet.

Pada masa pemerintahannya yang cukup singkat, ia berhasil memberikan pondasi kokoh bagi Indonesia, dengan lahirnya UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU Otonomi Daerah.

Melalui UU Otonomi Daerah inilah gejolak sosial yang diwariskan Orde Baru berhasil diredam dan pada akhirnya dapat dituntaskan di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

3. Sederet Prestasi

BJ Habibie. (Foto: Antara)

Habibie mempunyai gelar yang sangat panjang, yakni Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Habibie menempuh pendidikannya di dalam dan luar negeri, usai menyelesaikan SMA di Gouverments Middlebare School, pria kelahiran Parepare ini menempuh pendidikan dengan beasiswa dari pemerintah, yakni S1: Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung, S2: Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule, Jerman, dan S3: Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule, Jerman.

Mantan Menteri Riset dan Teknologi ini kemudian menyelesaikan pendidikannya di Jerman dengan jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi pada konstruksi pesawat. Ia melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama. Ia lantas menerima gelar Dr Ingenieur dan lulus dengan predikat summa cumlaude alias sangat sempurna.

4. Teori Crack Pesawat

BJ Habibie muda. (Foto: Wikimedia)

Sebelum era 1970, kecelakaan pesawat karena kesalahan konstruksi kerap kali terjadi. Kondisi ini menjadi serius yang memicu penelitian untuk pengembangan teknologi pesawat.

Habibie muda telah mencetuskan rumus untuk menghitung crack progression on random, yang kemudian dikenal sebagai rumus Faktor Habibie. Teori itu diungkapkan dapat meningkatkan kekuatan bahan konstruksi badan pesawat dengan campuran baja dan alumunium. 

Baca juga: Jokowi: BJ Habibie Adalah Negarawan yang Patut Dijadikan Contoh Kehidupan

Penemuan ini membuat Habibie dipercaya oleh Departemen Riset dan Pengembangan Analasis Struktur di Hamburg, Jerman, untuk membuat prototipe pesawat yang bisa langsung mendarat atau dikenal dengan DO-31. Saking canggihnya pesawat itu, DO-31 sampai dibeli oleh Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA untuk misi eksplorasi ruang angkasa.

Berkat penemuannya, ia meraih diakui banyak lembaga internasional, ia juga memperloleh penghargaan Edward Warner Award dan Award von Karman dan Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana dari Institut Teknologi Bandung.

5. Kisah Cintanya dengan Ainun Besari

Potret kebersamaan Presiden ke-3 RI BJ Habibie bersama sang istri, Hasri Ainun Besari. (Foto: Istimewa)

Pada 12 Mei 1962, BJ Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari, yang sudah mengenal satu sama lain sejak remaja. Dari pernikahannya tersebut, Habibie dan Ainun dikaruniai dua putra, yakni Ilham Akbar dan Thareq Kemal. 

Kisah cinta keduanya disebut sebagai cinta yang abadi, cinta yang tak lekang oleh waktu. Kisah BJ Habibie dan Ainun menginspirasi banyak orang karena ketulusan, serta kesetiaan yang mengiringi perjalanan cinta mereka berdua.

Itulah sederet fakta mengenai Presiden RI Ketiga BJ Habibie.

Selamat jalan, Pak Habibie...

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Ragam

Berita Terkait: