Forgot Password Register

Headlines

Blak-blakan Luhut Pandjaitan dan Kemenkeu Soal Anggaran IMF-WB 2018

Luhut Pandjaitan saat pameran karya anak bangsa yang akan dipajang di World Bank. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika) Luhut Pandjaitan saat pameran karya anak bangsa yang akan dipajang di World Bank. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Indonesia bakal menjadi tuan rumah pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) pada tanggal 8-14 Oktober 2018 mendatang. IMF-WB merupakan hajatan ekonomi dan keuangan terbesar di dunia.

Menurut Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan sebagai Ketua Panitia Pelaksana, berdasarkan Keppres no 11 tahun 2017 semua persiapan sudah 70 persen selesai.

“Mencakup infrastruktur, IT, hotel, transportasi, imigrasi sudah beres. Sudah in place. Bahkan bisa dibilang 80 persen most likely siap," ujar Menko Luhut saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman yang diterima Pantau.com, Sabtu (12/5/2018).

Baca juga: Bappenas Prediksi Perputaran Uang Pertemuan IMF-World Bank Capai Rp6,9 T

Dari Spring Meeting IMF-WB di Washington DC bulan lalu, sambung Luhut, pemerintah memperkirakan ada sekitar 17.500 delegasi yang berasal dari 189 negara bakal hadir untuk mengikuti pertemuan tahunan IMF-WB di Bali Bulan Oktober mendatang.

Para delegasi tersebut merupakan menteri keuangan dan gubernur bank sentral seluruh dunia. Selain itu Menko juga mendapatkan informasi para delegasi akan membawa keluarga dan kerabatnya ke Indonesia.

Selama kurun waktu seminggu itu, akan ada 2000-3000 pertemuan yang diselenggarakan secara bersamaan. Dan, rencananya, pejabat IMF-WB pertengahan September akan berkantor di Bali. Karenanya, pemerintah telah mempersiapkan 650 ruangan untuk persiapan ruang kantor dan ruang pertemuan.

Baca juga: Momentum Pertumbuhan Ekonomi, BI Siap Jalankan Rekomendasi IMF

Terkait anggaran yang disiapkan pemerintah untuk penyelenggaraan acara ini, Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Susiwijono mengungkapkan detilnya.  Menurutnya, anggaran untuk pelaksanaan pertemuan IMF-WB telah ditetapkan dengan skema tahun jamak (multi years), yakni tahun anggaran 2017-2018.

“Secara umum, pagu anggaran di Bulan Maret 2017 adalah Rp. 45,4 Miliar. Tahun 2018 kita alokasikan RP 810,1 miliar sehingga pagu yang kita tetapkan untuk tahun 2017-2018 adalah Rp 855,5 miliar,” ujarnya saat mendampingi Menko Maritim Luhut Pandjaitan.

Namun kendati pemerintah telah mengalokasikan Rp45,5 miliar pada tahun 2017, kenyataannya, nilai kontrak dan realisasinya itu sebesar Rp10,4 Miliar. Lalu, pada tahun 2018, pagu anggaran adalah Rp 810,1 miliar, tetapi nilai kontraknya Rp 556 miliar.

"Angka ini bisa jadi berubah karena diskusi antara tim panitia nasional pelaksanaan pertemuan IMF-WB dan tim sekretariat IMF-WB masih berlangsung," ujar Susi, panggilan akrab Susiwijono.

Baca juga: Kata Menko Luhut Soal Anggaran Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali

"Pembiayaan sangat dinamis. Namun kami tetap berpegangan pada Pagu Anggaran yang telah ditetapkan, dan kami akan mempergunakannya dengan efisien."

Menurut Susi, anggaran tersebut adalah anggaran dari Kemenkeu yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan kegiatan. Terkait biaya yang berhubungan dengan kebutuhan peserta, Susi menyatakan sebagian besar akan kembali ke pemerintah.

"Kami berbagi dengan BI, kalau mereka akan membiayai hotel, venue dan office. Misalnya hotel, peserta bayar sendiri, kita hanya bayar untuk blocking hotel. Lalu kantor, menyediakan 650 kantor di Nusa Dua. Itu kita sewakan ke mereka, mereka bayar ke kita dan uangnya masuk ke PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak),” sambungnya. 

"Jadi kalau ada yang bilang kita hambur-hambur uang, saya penanggung jawab. Nah, suruh ngomong ke saya, supaya clear, saya bertanggung jawab, not any single penny (tidak ada satu rupiahpun) yang lari ke peserta,” tegasnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More