Forgot Password Register

Headlines

Bos Miras Oplosan Cicalengka Dimiskinkan

Tahanan (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi) Tahanan (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Polisi menyita sejumlah aset milik SS produsen miras oplosan maut Cicalengka. Selain puluhan juta uang tunai, penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Barat juga mengamankan beberapa aset tanah dan rumah milik bos miras oplosan itu, termasuk mengejar 29 hektar kebun kelapa sawit di wilayah Palembang, Sumatera Selatan.

"Yang bersangkutan memproduksi miras oplosan sejak tahun 2010 jadi selama 8 tahun. Ternyata dari pemeriksaan sebagian uang hasil dari produksi miras dibelikan aset-aset. Ada kaitannya dengan tindak pidana pencucian uang, ini untuk melengkapi bukti," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto kepada wartawan di Bandung, Kamis (5/7/2018).

Baca juga: Masih Berani Jual Miras Ilegal di Bekasi? Siap-siap Dihukum 20 Tahun Penjara

Ia menambahkan, dari hasil penjualan miras oplosan dalam satu bulannya tersangka meraup omzet hingga ratusan juta. Agung juga mengatakan, SS tidak mempunyai pekerjaan lainnya, selain memproduksi miras oplosan. Upaya penyitaan aset itu, untuk membuat efek jera bagi para pelaku pembuat miras oplosan.

"Ini merupakan bagian dari kita untuk membuat efek jera para pelaku miras. Supaya tidak diulang-ulang lagi sama lainnya. Kita sangat prihatin, 69 anak-anak kita meninggal sia-sia. Kita kejar terus masalah miras ini," ujarnya.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Pol Samudi menjelaskan, selain aset tanah dan bangunan di wilayah Cicalengka dan Nagreg Kabupaten Bandung, pihaknya juga akan melakukan penyitaan lahan kebun kelapa sawit seluas 29 hektar di Palembang.

"Selain kita menindaklanjuti kasus miras oplosan, kita juga diikuti penyidikan TTPU. Kita memiskinkan, ya hampir sama dengan kasus korupsi. Ini untuk efek jera. Jadi kita menyita semua kekayaan dari hasil tindak pidana," jelasnya.

Baca juga: Polres Bogor Hancurkan Puluhan Ribu Miras dan Petasan

SS merupakan tersangka produsen miras oplosan yang menewaskan 69 orang warga, pada April 2018 lalu.  Dalam sehari tersangka memproduksi minuman keras oplosan sebanyak 250 liter atau 416 botol ukuran 600 ml.

Dengan modal per Botol Rp6.500 dan dijual dengan harga Rp20.000 per botol, tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp13.500 per botol. 

Sehingga keuntungan per hari sekitar Rp5.616.000. Dalam sebulan tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp168.480.000.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More