Forgot Password Register

Buron Empat Bulan, Eks Anggota DPRD Sumut Akhirnya Menyerahkan Diri

Buron Empat Bulan, Eks Anggota DPRD Sumut Akhirnya Menyerahkan Diri Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Usai empat bulan menjadi buronan, mantan anggota DPRD Sumatera Utara Ferry Suandi Tanuray menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu merupakan salah satu tersangka pada kasus suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Ferry menjadi buronan KPK sejak 28 September 2018 setelah lembaga antirasuah itu mengirim surat kepada NBC Interpol Polri tentang daftar pencarian orang (DPO). 

"FST tadi jam 10 datang ke KPK dan sekarang sedang dalam proses pemeriksaan penyidik," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (11/01/2019).

Baca juga: Soal Perintah Presiden Usut Teror Bom Agus-Laode, Ini Respon KPK

Febri enggan memastikan apakah Ferry nantinya langsung ditahan. Sementara itu pemeriksaan oleh penyidik masih berlangsung hingga saat ini. Terkait perkara ini KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Mereka disangka menerima suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho berkisar Rp300-350 juta per orang. 

Pemberian suap itu berkaitan dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD Sumut, Persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut. Selain itu, juga terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2014-2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut pada 2015.

Baca juga: Kasus Teror Pimpinan KPK: Polisi Periksa Belasan Saksi, Ada yang Mendengar Sesuatu

Febri menyebut, dari 38 orang Anggota DPRD Sumut itu telah dilakukan penahanan terhadap 35 orang.

"Penyidikan untuk 12 orang tersangka di antaranya telah selesai sehingga telah dilimpahkan pada jaksa penuntut umum, di mana 5 diantaranya telah mulai didakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta. Secara bertahap yang lain juga akan diproses," kata Febri.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More