Pantau Flash
Wanita Dalam Video Ancaman 'Penggal Kepala Jokowi' Divonis Bebas
Said Aqil kepada Polisi: Kita Selama Ini Terlalu Ramah pada Teroris
Bintang K-Pop Sully eks 'f(x)' Ditemukan Meninggal di Apartemennya
Awas! Pria Gemuk Dua Kali Lebih Berisiko Terkena Kanker Payudara
MPR Putuskan Pelantikan Presiden 20 Oktober Pukul 14.30 WIB

Cerita Masa Kecil PM Belanda yang Lekat dengan Bahasa Indonesia

Cerita Masa Kecil PM Belanda yang Lekat dengan Bahasa Indonesia Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di (depan, tengah, baju putih) dan Dubes Belanda untuk Indonesia Lambert Grijs (kiri depan) berfoto bersama jajaran staff Kedubes Belanda di Jakarta, Senin (7/10/2019). (Foto: Antara/Aria Cindyara)

Pantau.com - Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan bahasa Indonesia memiliki makna khusus baginya, karena kedua orang tuanya yang pernah menetap di Indonesia selama beberapa tahun sebelum dia lahir.

"Bahasa Indonesia memiliki makna khusus bagi saya. Masa kecil saya dipenuhi dengan ekspresi-ekspresi dalam bahasa yang indah ini," kata Mark Rutte, saat menyampaikan pidato di hadapan alumni universitas Belanda di Indonesia dan sejumlah pelaku bisnis dagang, di Erasmus Huis Jakarta.

Baca juga: Lupakan Penjajahan, Jokowi: Belanda Mitra Investasi Terbesar dari Eropa

Usai menyapa para tamu undangan dengan bahasa Indonesia, PM Rutte menjelaskan sengaja menggunakan bahasa Indonesia untuk menyapa para tamu karena merupakan bagian dari masa kecilnya bersama keluarga.

"Sebelum saya lahir, ibu dan ayah saya berada di Indonesia untuk waktu yang cukup lama hingga akhir tahun 1950-an. Saya selalu tertarik dengan kisah-kisah tentang negara anda," katanya lagi.

Tak hanya itu, dia menyebut nasi goreng sebagai salah satu makanan yang paling dia gemari dan kerap disajikan oleh ibunya, dan mengatakan dia lahir dan tumbuh di Kota Den Haag yang dia anggap sebagai kota ‘paling Indonesia’ di Belanda.

"Saya memiliki koneksi dengan Indonesia, negara anda. Begitu pula ratusan dan ribuan orang di Belanda yang memiliki akar Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Kunjungi Singapura, Ini Agenda Utama Presiden Jokowi

Acara networking night dengan tema ‘connectivity’ itu merupakan rangkaian terakhir dari sejumlah kegiatan yang dilakukan PM Rutte dalam kunjungan satu hari, sebelum bertolak ke Australia dan Selandia Baru.

Sebelumnya, PM Mark Rutte telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Bogor, berbicara dalam acara diskusi publik, dan meresmikan Kedubes Belanda di Jakarta yang telah rampung direnovasi.

Rutte telah mengunjungi Indonesia tiga kali sebagai Perdana Menteri Belanda, yakni tahun 2013, 2016, dan 2019.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: