Pantau Flash
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api
Timnas Panahan 'Downgrade' Target Medali di SEA Games 2019
Pertumbuhan Ekonomi China di Kuartal ke-3 Meleset dari Ekspektasi
Kementan Dorong Penambahan Satu Juta Petani Milenials
Pemkab Bekasi Minta Proyek LRT Diperpanjang hingga Cikarang

China Open 2019: Ginting, Tolong Eksekusi Pesan Susy Susanti Ini

China Open 2019: Ginting, Tolong Eksekusi Pesan Susy Susanti Ini Susy Susanti. (Foto: Pantau.com/Willa Wildayanti)

Pantau.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti berharap tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting mampu tingkatkan fokus dan pertajam strategi di China Open 2019. 

"Anthony harus betul-betul harus lebih ekstra fokus. Hal-hal seperti pengaturan strategi, persiapan yang lebih detil, mungkin hal-hal yang kita tahu kadang ada hal di luar lapangan yang mempengaruhi," ujar Susy Susanti seperti yang dikutip dari Badminton Indonesia.

"Dia harus bisa lebih profesional lagi. Sudah saatnya juga, lawan yang dihadapi pun bukan baru sekali-dua kali, sudah sering ketemu," tambahnya.

Baca juga: Berikut Jadwal Tanding Indonesia di Hari Pertama China Open 2019

Anthony sendiri dibabak pertama akan bertemu dengan pemain asal Japan Kento Nishimoto, yang rencananya akan berlangsung pada 18 September 2019. Menghadapi lawan pertamannya Ginting memiliki catatan imbang 2-2 atas pemain asal Negeri Sakura tersebut. Dengan pertemuan terakhir berhasil dimenangkan Ginting dengan catatak telah 21-10, 21-16, namun itu pun tak menutup kemungkinan lawannya bisa jauh lebih gila untuk meraih kemenangan.

"Anthony harus lebih siap di lapangan, sudah saatnya mengemban tanggungjawab dan bisa mencapai target untuk bisa memudahkan di olimpiade. Ada tanggungjawab yang besar yang harus diemban," tuturnya.

"Kalau sebelumnya nggak apa-apa, ya sekarang harus apa-apa, karena mikirnya panjang. Jangan sampai rangkingnya turun, nanti terlempar (rangkingnya), harus waspada pada diri sendiri, dan waspada dengan lawan," tuntas Susy Susanti.

Baca juga: Melaju Kebabak Kedua China Open 2019, Fajar/Rian Siap Waspadai Hal Ini

Seperti diketahui, Anthony turun pada turnamen yang berlangsung di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzou, China ini sebagai juara bertahan. Pria berusia 22 tahun tersebut berhasil merebut gelar pertamanya pada turnamen super series 1000 itu dengan perjalanan yang cukup drmatis.

Ginting kala itu sukses mengalahkan para pemain ternaik dunia, di antaranya, Lin Dan (China), Viktor Axelsen (Denmark), Chen Long (China), Chou Tien Chen (Taiwan) dan Kento Momota (Jepang). 

Kendati belum memperlihatkan grafik yang oke, Ginting sejatinya sempat bangkit. Ia sempatmenapaki final di Singapore Open 2019 dan Australia Open 2019, namun sayang ia masih belum bisa meraih gelar. Sehingga di China Open 2019, adalah pembuktian Ginting serta bertarung dalam pengumpulan poin menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL
Category
Olahraga

Berita Terkait: