Forgot Password Register

Headlines

Dalam Setahun, Vanessa Angel Terima Belasan 'Transferan' dari Mucikari

Dalam Setahun, Vanessa Angel Terima Belasan 'Transferan' dari Mucikari Ilustrasi prostitusi. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Polda Jawa Timur mengungkapkan, artis VA yang tersangkut kasus prostitusi dalam jaringan online di Surabaya telah menerima pesanan layanan pelacuran online melalui mucikari ES dalam kurun waktu setahun.

Direskrimsus Polda Jawa Timur Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, pihaknya mendapatkan data tersebut dari transaksi rekening koran milik mucikari ES.

"VA ini telah sebanyak 15 kali menerima transfer dari mucikari ES dan transfer ke muncikari ES sebanyak delapan kali untuk periode 1 Januari 2018 sampai 5 Januari 2019," ujar Yusep di Surabaya, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: Kasus Prostitusi Online Vanessa Angel, Polisi: Dua Artis Bisa Jadi Tersangka

Terkait pembagian dana tersebut, Yusep mengatakan, dari keterangan tersangka dana di transfer dari pihak pengguna kepada mucikari maka dibagi kepada pihak pemberi jasa layanan tersebut.

Ia menambahkan, satu sama lain mendapat persentasi sesuai kesepakatan yang pokoknya diberikan kepada pihak VA terbukti dari data rekening. "Pihak mucikari mendapat 15 persen dan pihak oknum artis atau saksi korban mendapat 15 persen," ungkapnya.

Dengan data tersebut, ada kemungkinan VA dapat ditetapkan sebagai tersangka. Namun pihak kepolisian terlebih dahulu akan mengonstruksi konten komunikasi maupun transaksi terlebih dahulu.

Baca juga: Polisi Bantah Pernyataan Kuasa Hukum Vanessa Angel yang Mengaku Dijebak

Polda Jatim sebelumnya membongkar kasus pelacuran daring yang melibatkan artis ibu kota, VA dan AS dengan menetapkan dua muncikari, ES dan TN sebagai tersangka.

Selain keduanya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan ada lima artis yang teridentifikasi terlibat prostitusi yakni AC, TP, BS yang dikendalikan mucikari TN dan dua artis berinisial ML dan RF di bawah kendali mucikari ES.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More