Forgot Password Register

Deretan Pengusaha yang Kepincut Jadi Politisi (Bagian II)

Petugas merapihkan bendera peserta partai politik (Foto: Antara/ Reno Esnir) Petugas merapihkan bendera peserta partai politik (Foto: Antara/ Reno Esnir)

Pantau.com - Indonesia tahun 2019 nanti akan menggelar pesta demokrasi pemilihan Presiden. Namun, setiap kali berbicara soal politik, tentu selalu ada orang-orang yang berduit alias pengusaha.

Para pengusaha ini memang awalnya tak langsung terjun perpolitikan. Mereka ada yang bermula membuat organisasi masyarakat kemudian berujung jadi partai. 

Berikut Pantau.com sajikan beberapa politisi yang akhirnya kepincut masuk partai;

4. Joko Widodo 

Alumi Universitas Gajah Mada ini setelah lulus pada 1985, bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh, dan ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Namun Jokowi muda merasa tidak betah dan pulang menyusul istrinya yang sedang hamil tujuh bulan.

Dari pengalaman itu, ia bertekad berbisnis di bidang kayu dan bekerja di usaha milik pamannya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati. Pada tahun 1988, ia memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, yang diambil dari nama anak pertamanya. Usahanya sempat berjaya dan juga naik turun karena tertipu pesanan yang akhirnya tidak dibayar. Namun pada tahun 1990 ia bangkit kembali dengan pinjaman modal Rp30 juta dari Ibunya.


Presiden Joko Widodo (Foto: Instagram/ Joko Widodo)

Baca juga: Deretan Pengusaha yang Kepincut Jadi Politisi (Bagian I)

Berkat usahanya ini, Jokowi bertemu Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan populer "Jokowi". Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. 

Pada pilkada kota Solo pada tahun 2005, Jokowi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju sebagai calon wali kota Surakarta. Tak tanggung-tanggung Jokowi menduduki jabatan selama dua periode.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More