Forgot Password Register

Dirjen Dukcapil Imbau Situs Belanja Online Stop Jual Blangko e-KTP

Dirjen Dukcapil Imbau Situs Belanja Online Stop Jual Blangko e-KTP Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh mengimbau kepada seluruh toko jual beli online agar tidak kembali melakukan penjualan blangko KTP elektronik. Menurutnya, situs jual beli online bisa dikenakan sanksi jika kedapatan melakukan praktik tersebut.

Hal itu dikatakan Zudan usai pihaknya berhasil mengungkap penjualan 10 keping blangko KTP elektronik yang dijual oleh pelaku bernama Nur Ishadi Nata melalui situs jual beli online bernama Tokopedia.

Baca juga: Mendagri Akan Copot Kadisdukcapil Berkinerja Lambat

"Jadi semua toko online harus menghentikan praktek ini karena ini ancaman hukuman pidananya jelas 10 tahun maksimal (penjara) dan dendanya Rp1 miliar maka jangan main-main karena itu dokumen negara rahasia," kata Zudan ditemui di Konpleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (6/12/2018).

Sementara itu pengungkapan penjualan blangko itu diketahui berawal dari laporan media massa nasional yang melaporkan ada kegiatan tersebut dan dilanjutkan dengan melakukan investigasi oleh pihak Kemendagri.

"Kami sudah memberitahukan, Tokopedia, ini (jual blangko) sudah melanggar hukum hentikan take down itu, jadi dari Tokopedia kami beritahukan kemarin tanggal 5 dan sudah di take down tanggal 29 November jadi ketika mereka tau melanggar hukum mereka langsung mengambil tindakan," ungkapnya.

Kendati begitu, Zudan menegaskan meski kasus ini sudah terungkap akan tetapi pihaknya akan terus melakukan pengawasan kepada setiap situs jual beli online untuk memastikan hal itu agar tidak kembali terulang.

"Sop kita sudah jelas tidak boleh blangko itu di tinggal tanpa pengamanan, kedua pengamanan secara sistem setiap blangko ada nomor chipnya, nah chipnya itu bisa kita deteksi," tuturnya.

Baca juga: e-KTP Tercecer di Bogor, Tjahjo: Pasti Ada Unsur Sabotase

"Ini bisa kita lacak dan bisa kita lakukan monitoring tiga hari sekali kita buka, kan ketik KTP el nanti akan keluar mana yang memasang itu. Dan saya berharap tidak ada lagi toko online yang menjual seperti itu," sambungnya.
    
    
    


Share :
Komentar :

Terkait

Read More