Forgot Password Register

Headlines

Disingkirkan Manchester United, Tugas Sarri Bersama Chelsea Berakhir?

Disingkirkan Manchester United, Tugas Sarri Bersama Chelsea Berakhir? Maurizio Sarri saat memberikan instruksi kepada anak asuhnya melawan Man United. (Foto: Reuters/David Klein)

Pantau.com - Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, kemungkinan besar akan dipecat usai menelan kekalahan dari Manchester United di babak kelima FA Cup, Selasa (19/2/2019). The Blues -julukan Chelsea- kalah dengan skor 0-2 di Stamford Bridge lewat gol Ander Herrera (31') dan Paul Pogba (45').

Mantan striker Chelsea, Chris Sutton, menilai ini menjadi pertandingan terakhir Sarri. Bahkan usai laga, pendukung Man United bernyanyi 'Anda akan dipecat' ke arah pria asal Italia.

"Ini adalah pertandingan terakhir Maurizio Sarri di Chelsea. 'Italian Job' sudah berakhir bagi mereka. Dia sudah selesai," kata Sutton seperti dikutip dari BBC Sport, Selasa (19/2/2019).

Sutton, yang bermain untuk Chelsea pada 1999-2000, menilai Sarri sudah tak bisa membangun motivasi. Selain itu juga, mantan arsitek Napoli tersebut tak bisa beradaptasi hingga membuat mental pemain hancur.

Sarri saat mengeluarkan Mateo Kovacic. (Foto: Reuters/John Sibley)

"Dia akan mendapatkan pemecatan karena berbagai alasan, dia tidak dapat memotivasi para pemain, ketidakmampuannya untuk dapat beradaptasi dan lakukan perubahan. Dia tidak akan selamat malam ini. Yah dia mungkin sampai jam 9 pagi besok," tambahnya.

Chelsea saat ini berada di urutan keenam Premier League, berikutnya mereka akan menatap final Piala Liga Inggris melawan Manchester City pada Minggu 24 Februari 2019. Ini akan menjadi laga traumatik, dimana The Blues sempat disikat 6-0 oleh tim asuhan Pep Guardiola.

"Mengapa mengambil risiko dengan tetap menggunakan dia (Sarri) pada pertandingan melawan Manchester City?" jelas Sutton.

Baca Juga: Pogba Tampil Ciamik, Manchester United Hempaskan Chelsea 0-2 di FA Cup 

Memang Sarri tercatat belum pernah memenangkan trofi sebagai pelatih. Ia menggantikan peran rekan senegaranya Antonio Conte pada musim panas lalu.

Ia mengubah taktik tim dari sistem bek sayap menjadi 4-3-3, dengan beberapa pemain berjuang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang dilakukan.

Di sisi lain, taktik Sarri juga menuai kritik karena begitu mudah diprediksi. Laga melawan Man United contohnya, dimana salah satu pergantian Ross Barkley dengan Mateo Kovacic, ini sudah keenam kalinya dalam 10 pertandingan. Bahkan pergantian Willian dan Pedro juga sama ada empat kali perubahan.

Sarri Tak Akan Dipecat

Sarri mengatakan setelah menelan kekalahan, dia tidak khawatir tentang posisinya. Lantas mantan bek Manchester United, Phil Neville, memberikan pembelaan kalau pria berusia 60 tahun itu harus diberi lebih banyak waktu.

"Saya tidak berpikir mereka harus memecatnya sekarang. Dia memainkan sepakbola yang baik, bahkan jika itu sedikit dapat diprediksi. Tapi dengan keras kepala, itu bisa membuatnya dipecat. Memenangkan trofi pada hari Minggu mungkin bisa menyeretnya keluar dari masalah," buka Neville.

"Dia telah mendatangkan empat pemain dan membutuhkan empat atau lima lainnya dan dia harus menjaga Eden Hazard. Dia perlu mendatangkan pemain yang lebih cepat yang bisa memainkan gaya sepakbolanya," tambahnya.

Kepa gagal membendung serangan Man United. (Foto: Reuters/John Sibley)

'Sarri-Ball sudah Hancur'

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, telah melakukan 12 perubahan manajerial sejak membeli klub pada tahun 2003. Sutton kembali mempertanyakan keseriusan manajemen apabila tidak memecat Sarri.

Mengingat klub London itu tertarik dengan ide 'Sarri Ball' yang diusung pria asal Italia itu ketika membangun Napoli. 

"Sarri-ball itu rusak. Apakah pemilik suka masuk ke empat besar dengan pertunjukan baru-baru ini, dengan manajer yang mengatakan dia tidak bisa memotivasi pemainnya dan mengatakan dia akan membiarkan pemain bintangnya pergi,?" tegas Sutton.

"Pemilik Chelsea akan berpikir, 'Apakah kita akan mendapatkan empat besar? Bisakah saya pergi ke pertandingan Manchester City dengan percaya diri?' Sama sekali tidak, apakah dia akan membuang semua telurnya di keranjang Liga Europa dengan seorang manajer yang tidak bisa memotivasi para pemainnya?," pikirnya.

"Sejarah memberi tahu kita bahwa pemilik Chelsea bukan pengacau," jelasnya.

Harus Ada Perubahan

Mantan pemain Chelsea yang juga seorang pundit, Jimmy Floyd Hasselbaink, yang mencetak 81 gol bersama The Blues mengatakan ini adalah waktu yang begitu mengkhawatirkan.

Karena itu, tim harus bisa berubah, Sarri pun tak bisa dengan keras kepala meyakini kalau lini tengahnya mampu.

"Mereka punya pertandingan penting yang akan datang dan mereka harus bangkit. Tanpa bola mereka tidak menunjukkan reaksi, tidak ada rasa lapar untuk mendapatkan bola kembali, bahkan mereka tidak menciptakan peluang. Chelsea dalam kesulitan. Sesuatu perlu diubah. Keseimbangan di lini tengah tidak benar," buka Hasselbaink.

Baca juga: Chelsea Dihancurkan Manchester City, Sarri Siap Dipecat

"Sarri berpegang teguh pada keyakinannya. Itulah sistem yang ingin ia mainkan, cukup adil, tetapi ada sesuatu yang tidak beres di sektor tengah, Chelsea tidak cukup memanjakan striker," jelasnya.

Sementara itu, mantan full-back Arsenal, Lee Dixon, juga berpikir sesuatu harus berubah. Menurutnya, Sarri harus bisa mengimbangi keinginan para petinggi dan juga suporter, harusnya ada yang dikesampingkan.

"Jika Sarri enggan mengganti personel atau taktik, atau mungkin memasukkan beberapa pemain muda, Anda harus berkata pemilik (Presiden klub) akan melihat ini dan bertanya 'Di mana kita bisa keluar dari sini?'. Para penggemar membiarkan para pemain dan manajer tahu bagaimana perasaan mereka. Taktik, kita tahu apa yang akan terjadi dari menit ke menit 90'. Kadang-kadang berhasil, ketika tidak berhasil, mereka terlihat mengerikan," kata Dixon.

Dixon melihat kinerja lini tengah Chelsea begitu mengerikan tak ada rantai penyeimbang di sana. Hanya saja, Eden Hazard yang terlihat bekerja sendirian tanpa membuahkan hasil.

Lantas ini menjadi tanda tanya sendiri untuk Sarri, apakah tim sudah menjalankan instruksinya dengan benar.

"Lini tengah terlihat mengerikan tanpa bola sekarang. Lini pertahanan terkejut. Mereka tidak mencetak gol dari lini tengah. Ketika kebobolan dan tidak mencetak gol, kepercayaan diri akan rendah dan taktik tidak benar-benar berubah, tidak ada yang positif dari laga melawan Man United selain dari kinerja Hazard. Sarri punya pemikiran serius untuk dilakukan. Tim tidak menanggapi apa pun yang dia lakukan," tuntasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More