Forgot Password Register

Headlines

Duh! Penerimaan Pajak Turun, Sri Mulyani: Perekonomian Alami Penurunan

Duh! Penerimaan Pajak Turun, Sri Mulyani: Perekonomian Alami Penurunan Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tekanan terhadap perekonomian mulai terasa salah satunya melalui penerimaan perpajakan yang mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu

"Penerimaan perpajakan adalah Rp436,4 triliun, ini 24,4 persen dari target, kalau dari sisi penerimaan tahun lalu sudah 25,8 jadi ini lebih rendah. Grossnya untuk penerimaan perpajakan 4,7 persen, ini kalau dibandingkan gross tahun lalu (sebesar) 11 persen; terjadi penurunan signifikan," ujarnya saat jumpa pers APBN KiTa, di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (16/5/2019).

Sementara, pendapatan dari sisi pajak sebesar Rp387 triliun masih lebih baik sedikit dari tahun lalu, namun jika dilihat akumulasi porsinya kata dia, yakni 24,5 persen dari total target lebih rendah dari tahun lalu yang hampir 27 persen. 

"Pertumbuhan penerimaan pajak ini hanya 1 persen dibandingkan tahun lalu yang pajaknya tumbuh bulan April meningkat hingga hampir 11 persen yakni 10,8," katanya. 

Baca juga: Defisit APBN Hingga April Rp101 Triliun, 2 Kali Lipat dari Tahun 2018

"Jadi kami sudah melihat perekonomian mengalami  penurunan dengan penerimaan pajak yang mengalami pelemahan pertumbuhannya," imbuhnya.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga kata dia, juga melamin tekanan yang disebabkan oleh ketidakpastian harga komoditas. Yakni sebesar Rp94 triliun dibandingkan tahun lalu Rp110 triliun atau kontraksi 14 persen. 

"Bea cukai pertumbuhan signifikan lebih tinggi 23,7 persen, ini dari penyesuaian sisi cukai rokok, bukan volume yang sebenarnya dari volume yang dipantau bea cukai," paparnya.

Baca juga: Tak Sampai Ratusan, Pemindahan Ibu Kota Cuma Butuh Rp30,6 Triliun

Sementara penerimaan hibah, tercapai Rp0,4 triliun jauh lebih kecil dari tahun lalu Rp1 triliun atau menurun hingga 64,3 persen. 

"Secara total pendapatan negara terlihat kondisi kegiatan ekonomi cenderung mengalami tekanan, baik dari dalam dan luar  terefleksi dari penerimaan perpajakan kita," ungkapnya.

Sebelumnya, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan ekonomi global maupun dalam negeri saat ini sedang memerlukan perhatian khusus. 

"Dari situasi perekonomian kita yang mendapatkan tekanan luar dan indikasi tekanan di dalam. APBN memiliki fungsi yang penting," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More