Forgot Password Register

Ekonomi Digital Bakal 'Booming', Millennials Sudah Siap Banting Setir?

Ekonomi Digital Bakal 'Booming', Millennials Sudah Siap Banting Setir? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sepertinya ditahun-tahun yang akan datang, kita perlu memikirkan bisnis baru nih, khususnya bisnis di bidang digital. Masih ragu beralih bisnis? ini dengarkan kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Katanya, Indonesia merupakan rumah bag ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, di mana kebangkitan ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 130 miliar dolar AS pada 2020.

"Nilainya mewakili 12 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang menjadikan Indonesia rumah bagi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, melebihi negara-negara lain di kawasan ini," kata Rudiantara saat memberikan pemaparan pada Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia atau World Conference Creative Economy (WCCE) di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: Teka-Teki Maskapai LCC Seperti Lion Air Bisa Jual Tiket Murah (Bagian I)

Asia akan menjadi penggerak utama budaya kreativitas dan inovasi ini, khususnya inovasi digital, dengan kebangkitan ekonomi kreatif dan digital seperti di China, India dan Indonesia.

"Saya mengulangi, Indonesia hanya di belakang China, India, dan Jepang, sebagai ekonomi digital dan kreatif terbesar di Asia Tenggara," ungkapnya.

Hal ini merupakan kabar baik, karena nilai investasi Indonesia akan meningkat dan iklim investasi serta ekonomi digitalnya berkembang pesat menjadi sangat menarik bagi perusahaan rintisan untuk masuk.

Menurutnya, ekonomi digital global tumbuh dengan sangat cepat. Hampir dua kali lipat antara tahun 2000 dan 2016, yang tumbuh 2,5 kali lebih cepat daripada PDB global selama periode ini.

Dengan asumsi tingkat pertumbuhan saat ini, investasi digital selama 10 tahun ke depan, diperkirakan mencapai 23 triliun dolar AS secara global pada 2025, atau 24,3 persen dari PDB global.

Baca juga: Begini Jadinya Kalau 'Tampang Boyolali' Jadi Duit

Menkominfo memaparkan, ekonomi digital memiliki dua elemen, yakni pemikiran kreatif dan digitalisasi, di mana pemikiran kreatif kerap datang dari kaum milenial.

"Kita tahu bahwa milenial adalah aktor yang mendorong digitalisasi atau transformasi digital, karena mereka paham teknologi dan mudah menyerap tren baru dalam teknologi," ungkapnya.

Millenial atau pemuda adalah kelompok usia ini mengaburkan kehadiran online atau digital dengan kehadiran offline, yang terlihat dari banyak aktivitas mereka di pasar daring.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More