Forgot Password Register

Fintech Asing Ekspansi ke Indonesia, IdEA Sarankan Pemerintah Duduk Bersama

Fintech Asing Ekspansi ke Indonesia, IdEA Sarankan Pemerintah Duduk Bersama Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Teknologi finansial atau Financial Technology (Fintech) berlomba-lomba memasarkan produknya. Ditengah persaingan Fintech dalam negeri yang terus berlangsung pemain luar asal China yakni WeChat Pay dan Alipay mulai masuk ke Indonesia. 

Untuk membahas hal itu, Asosiasi E-Commmerce Indonesia (Indonesian E-Commerce Association/IdEA) meminta pemerintah bisa duduk bareng dengan asosiasi.

Ketua IdEA, Ignatius Untung bilang yang terpenting dari kehadiran fintech-fintech asing ke Indonesia yakni adanya situasi yang seimbang dan fair dalam persaingan usaha atau level playing fair.

"Kalau saya melihatnya yang paling penting level playing field," kata dia saat ditemui di Williams Cafe, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Baca juga: Data E-commmerce Paling Disukai, Kalian Mungkin Langganan

Dia juga menambahkan, saat ini aturan Fintech untuk lokal cukup ketat termasuk Fintech Payment (Pembayaran). Beberapa izin Fintech Payment lokal bahkan masih banyak yang belum mendapatkan izin. 

"Kalau kita tarik ke Fintech aturannya ketat sekali untuk Fintech lokal termasuk payment gateway e-wallet," paparnya. 

"Termasuk kita juga ironis member kita yang punya platform punya konsumen tapi gak dapat izin e-wallet, sementara banyak perusahaan gak punya platform, gak punya konsumen dikasih izin e-wallet, udah tanda tany besar," kata dia. 

Baca juga: Buwas Curigai Ada Beras Oplosan, Begini Bedakan Asli dan Campuran

Kedua, aturannya banyak, yang harus dipenuhi pun macam-macam, semntara kata dia bisa pembayaran asing tiba-tiba masuk ke Indonesia. Sehingga kata Untung, harus ada diskusi lebih jauh. 

"Tidak terdaftar, bayar pajak gak tau, karena mungkin saja langsung pajak kepotong disana gak bawa devisa apa-apa, yang gini-gini yang kita harus duduk bareng-bareng," terangnya. 

"Kita ngerti Pemerintah bukan expert nya mengatur hal ini kalau kita bisa duduk bareng lebih terbuka harusnya bisa diatasi bareng-bareng," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More