Pantau Flash
Terang-terangan Bappenas Minta Fesyen Tanah Air Saingi Uniqlo
Ganjar Minta ASN Jateng Penganut Paham Radikal Segera Mengundurkan Diri
Kena PHP Donald Trump, Huawei Putuskan PHK Karyawan di AS
PN Jaksel Tolak Gugatan Perdata Kasus Pelecehan Seksual di JIS
Produk Kertas RI Melenggang Bebas dari Bea Masuk Anti-Dumping Korsel

Gagal Menjadi Kandidat PM Thailand, Putri Ubolratana Minta Maaf

Gagal Menjadi Kandidat PM Thailand, Putri Ubolratana Minta Maaf Putri Thailand Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi. (Foto: Reuters/Bobby Yip)

Pantau.com - DIidiskualifikasi dari kandidat Perdana Menteri Thailand oleh Komisi Pemilihan,Putri Ubolratana menyampaikan permintaan maaf karena telah menyebabkan masalah untuk orang-orang Thailand, satu bulan sebelum pemilu pertama berlangsung, sejak kudeta tahun 2014.

Komisi Pemilihan mengatakan, anggota keluarga kerajaan seharussnya menjah dari urusan politik. Hal tersebut juga mendapat teguran tajam dari Raja Maha Vajiralongkom yang mengatakan, pencalonan Putri Ubolratana sebagai tindakan tidak pantas dan tidak konstitusional.

Baca juga: Calonkan Putri Raja jadi PM, Partai Politik Thailand Terancam Dibubarkan

Sehari setelah pengumuman pembatalannya menjadi PM, Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi pada Selasa (12 Februari 2019) menyampaikan permintaan maafnya terkait pencalonan dirinya.

"Saya minta maaf dengan tulus kepada negara dan rakyat Thailand karena telah menyebabkan masalah, yang seharusnya tidak terjadi di masa ini," ucapnya melalui akun Instagram, diakhiri dengan tagar #howcomeitsthewayitis, seperti dilansir Reuters, Rabu (13/2/2019).

Putri Ubolratana sendiri awalnya diusung partai Thai Raksa Chart yang masih terkait dengan Thaksin Shinawatra, mantan perdana menteri yang kini mengasingkan diri di luar negeri.

Baca juga: Gempa Politik di Thailand Pasca Putri Raja Jadi Kandidat Perdana Menteri

Komisi Pemilihan juga mempertimbangkan akan membubarkan Partai Thai Raksa Chart karena melibatkan putri dalam pencalonan perdana menteri Thailand. Sebelumnya undang-undang pemilu telah tegas melarang melibatkan anggota kerajaan dalam kampanye politik.

Batalnya pencalonan Putri Ubolratana menjadi pukulan berat bagi mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra. Pasalnya dengan tindakan mencalonkan seorang anggota keluarga kerajaan tersebut, partai Thai Raksa Chart terancam didiskualifikasi dari pemilu pada 24 Maret mendatang. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional