
Pantau.com - Tiga atlet paralayang asal Sulawesi Utara, yang hendak mengisi kegiatan di Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2018 turut hilang usai gempa yang mengguncang Palu. Hingga Minggu sore, tiga atlet tersebut belum juga ditemukan.
Ketiga atlet paralayang tersebut yakni, Frangky Kowaas, Petra Mandagi, Glen Mononutu.
Baca juga: 71 WNA Berada di Palu Saat Gempa dan Tsunami, 5 Hilang
Salah satu kerabat dari korban yang sudah tiba di Palu, Joppie Worek, melalui pesan tertulis mengatakan, mereka sudah berada di lokasi hotel Roa Roa yang kondisinya sangat memprihatinkan pascagempa.
"Kami bersama istri dari Frangky, yakni Nanvie Tagah, masih sangat berharap mereka dalam kondisi selamat," ujarnya.
Kedatangan istri Frangky Kowaas dan kerabatnya ke Palu setelah menumpangi pesawat hercules dari Manado, langsung menyaksikan kondisi warga setempat yang masih membutuhkan pasokan makanan, air bersih, dan kebutuhan lain.
Mereka akan terus bertahan selama beberapa hari di Palu sembari mencari ketiga korban yang merupakan atlet paralayang dan juga aktif dalam kegiatan terjun payung tingkat nasional.
Baca juga: Ada Bangunan dan Pohon yang Terisap Lumpur Pascagempa Palu, Ini Penjelasan BNPB
Sebelumnya, Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang disusul tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, menjadi 832 orang, ratusan luka-luka.
Kemudian sebanyak 16.732 orang mengungsi di 24 titik di daerah tersebut.
"Hingga hari ini (30/9) pukul 13.00 WIB, meskipun komunikasi masih terputus di Donggala, tapi ada laporan dari PMI pusat bahwa ada 11 orang meninggal akibat gempa di Kabupaten Donggala," kata Sutopo dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta Timur.
Sementara itu, di Kota Palu dilaporkan 821 orang ditemukan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan roboh atau diterjang tsunami.
- Penulis :
- Adryan N








