Forgot Password Register

Headlines

Indonesia Jadi Negara Maju di Tahun 2030-2045, Asal...

Indonesia Jadi Negara Maju di Tahun 2030-2045, Asal... Ilustrasi gedung tinggi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Kementerian PPN menargetkan Indonesia menjadi 10 negara terbesar di dunia antara tahun 2030-2045.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan hal yang harus didorong yakni bidang usaha khususnya menumbuhkan entrepreneurship di Indonesia.

"Kita ingin punya kontribusi dalam rangka mendorong ke negara maju ingin mendorong entrepreneurship lebih banyak," ujarnya dalam diskusi yang digelar di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Baca juga: Bisnis (Nyaris) Bangkrut, Marvel Diselamatkan 'Superheronya'

Saat ini Bambang menilai angka entrepreneurship di Indonesia belum menggembirakan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. 

"Yang kami yakin mengikuti 2030-2045 ada satu komoditas utama dari Indonesia yang berbeda dengan negara maju lainnya, utamanya entrepreneurship bukannya saat ini tidak punya tapi, dari segi kuantitas kurang dan kualitas belum memenuhi harapan negara maju," katanya. 

Bambang menambahkan, belajar dari negara maju lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, bahkan China kekuatan yang diandalkan yakni mendorong pertumbuhan entrepreneurship mulai dari level usaha mikro, kecil, menengah hingga besar.

"Tidak harus semua dari dari konglomerat karena kalau kita Korea, Jepang, bahkan China kekuatan mereka entrepreneurship di level small and medium, sebagian (dari itu) jadi konglomerat, tapi kan enggak mungkin semua pengusaha jadi konglomerat," ungkapnya.

Baca juga: Hunian Kece Dekat Stasiun Pas Buat Millenials yang Super Sibuk, Minat?

Yang terpenting kata dia, seluruh lini bisnis seharusnya bisa dikuasai oleh domestik. "Tapi yang penting semua bisnis bisa terisi oleh pengusaha domestik, dari level mikro, kecil, medium, besar," katanya.

Sementara saat ini ia menilai, seringkali UMKM menjadi pembahasan namun tidak ada observasi lanjut mengenai perkembangannya secara mendalam.

"Kita selalu biacara UMKM tapi hanya jumlah, tapi tidak ada observasi berapa yang naik kelas, berapa yang merasakan perubahan status, kalau masih mikro sampai pensiun itu entrepreneurship enggak jalan, karena tidak ada graduation atau perubahan dunia usaha," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More