Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

Ini 5 Tanda Anda Mengidap Kanker Otak, Salah Satunya Sakit Kepala

Ini 5 Tanda Anda Mengidap Kanker Otak, Salah Satunya Sakit Kepala Ilustrasi sakit kepala. (iStock)

Pantau.com - American Cancer Society menyebutkan bahwa kanker otak menyerang kurang dari satu persen dari populasi di dunia. Orang dengan tumor otak seringkali mengalami gejala yang kerap diabaikan seperti sakit kepala dan kelelahan.

Apa Saja Gelaja Kanker Otak Itu?

Berikut Pantau.com rangkum 5 gejala tumor yang sering diabaikan dikutip dari The Healthy.

1. Sakit kepala persisten

sakit kepala

Ilustrasi sakit kepala (iStock)

Sakit kepala yang menjadi tanda tumor otak cenderung menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu. Sakit kepala ini juga sering menyerang ketika Anda bangun di pagi hari ketika tekanan intrakranial tinggi yang menyebabkan Anda berbaring untuk waktu yang lama, menurut Mike Chen, MD, PhD, sekaligus profesor di divisi bedah saraf, departemen operasi di City of Hope, California.

Rasa sakit tersebut sangat bervariasi terlepas dari ukuran atau tingkat pertumbuhan tumor. Tumor kecil dengan pertumbuhan yang sangat cepat dapat menyebabkan sakit kepala yang parah, kata Santosh Kesari, MD, PhD, neuro-onkologi dan ketua departemen translasional neuro-onkologi dan neurotherapeutics di John Wayne Cancer Institute di Santa Monica, CA. 

Meski demikian, tidak ada jenis tertentu dari sakit kepala yang dapat memprediksikan seseorang mengidap tumor. Kuncinya adalah tetap waspada jika mengalami sakit kepala terus-menerus.

Baca juga: Jangan Sepelekan Kembung dan Batuk, Ini 6 Tanda Anda Mungkin Terkena Kanker

2. Hilangnya penglihatan secara halus

hilangnya penglihatan secara halus

Ilustrasi mata (iStock)

Pasien yang mengalami hal ini mungkin tak menyadari bahwa mereka kehilangan penglihatan secara halus, seperti bertabrakan saat berjalan atau mengalami kecelakaan mobil ringan.

"Ini gejala tertentu yang mengganggu penglihatan perifer yang dikenal sebagai bitemporal hemianopia," kata Christopher Carruba, MD, Co-Director untuk pendidikan kedokteran di Mes School Tutors.

3. Kelemahan dan lesuh

lemah dan lesu

Ilustrasi lelah (Shutterstock)

Korteks motor otak bekerja untuk mengontrol gerakan otot di seluruh tubuh. Korteks motorik kanan mengontrol sisi kiri tubuh, dan korteks motor kiri mengontrol sisi kanan tubuh, kata Dr. Chen.

Baca juga: 5 Tanda Kembung Bisa Jadi Masalah Serius Kesehatan, Salah Satunya Kanker

"Jika terdapat tumor disepanjang jalur ini, sinyal tersebut akan sepenuhnya terganggu dan hasilnya adalah kehilangan fungsi," tambahnya. Jika Anda memiliki tumor otak, Anda mungkin tak mengalami rasa sakit pada tungkai, tapi kaki atau lengan mungkin tak akan merespon dengan baik, atau bahkan sama sekali tidak bekerja.

Meski begitu, kaki yang lemah dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, termasuk kekurangan vitamin D yang signifikan.

4. Kesulitan dalam membentuk kata

kesulitan dalam membentuk kata

Ilustrasi berdiskusi (iStock)

Gejala tumor otak yang umum adalah mengalami keterlambatan dalam berbicara. Masalah berbicara, seperti gagap, kesulitan menamai objek, atau kesulitan memahami apa yang orang lain katakan adalah salah satu gejala tumor di area frontal atau temporal, menurut Dr. Carruba. Itu adalah area otak yang terkait dengan pembentukkan kata dan pemahaman bahasa.

Terdapat dua area di pusat otak yang berkaitan dengan hal itu, yang biasanya terletak di daerah kiri yakni Wenickes area --yang bekerja untuk memahami kata atau kalimat, dan wilayah Broca --yang berperan dalam memproduksi bahasa, termasuk efek pada otot yang menciptakan suara.

Ketika tumor hidup di otak, kedua kemampuan itu sering terhambat, meskipun pada akhirnya tergantung pada lokasi tumor.

5. Hilangnya pendengaran

hilangnya pendengaran

Ilustrasi telinga. (iStock)

Temporal lobe, yang terletak di bagian tengah bawah korteks di belakang telinga bertanggung jawab untuk memproses kemampuan Anda untuk mendengar suara, serta kemampuan untuk memahami bahasa dan percakapan.

"Jika Anda mengalami gangguan pendengaran dari satu sisi atau sensasi dering yang konstan, yang dikenal sebagai tinnitus, Anda harus segera menemui dokter," kata Dr. Carruba.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Ragam

Berita Terkait: