Pantau Flash
Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Sampah Plastik di Jawa Barat Akan Disulap Jadi Biodiesel
Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno Bahas Amnesti Baiq Nuril Hari Ini
Cristiano Ronaldo Bebas dari Dakwaan Kasus Pemerkosaan
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan

Jalani Sidang Lanjutan, Hakim Minta Ratna Sarumpaet Berkata Jujur

Jalani Sidang Lanjutan, Hakim Minta Ratna Sarumpaet Berkata Jujur Sidang Ratna Sarumpaet (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Hakim Ketua persidangan kasus penyebaran berita bohong dan keonaran, Joni, mengingatkan terdakwa Ratna Sarumpaet untuk berkata jujur. Hal itu disampaikan Joni saat awal persidangan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Selasa (14/5/2019).

"Walau pun saudara sebagai terdakwa tidak disumpah, diharapkan tetap menyampaikan yang sebenarnya, sesuai yang dialami, dirasakan, tidak berbelit karena kami mengumpulkan fakta dalam perkara ini," kata Hakim Ketua Joni.

Baca juga: Ratna Sarumpaet Jalani Sidang Lanjutan Pemeriksaan Terdakwa

Sidang Ratna Sarumpaet dimulai pukul 10.00 WIB. Selain kuasa hukum, Ratna juga ditemani anaknya Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe Tri Sandono mengatakan Ratna diperiksa sebagai terdakwa untuk dikonfirmasi dengan keterangan para saksi yang telah diperiksa selama persidangan. Selain itu juga meminta keterangan dari terdakwa yang berkaitan dengan unsur-unsur pasal dakwaan.

"Dari keterangan para saksi dan ahli kan di situ menguatkan masing-masing unsur dari pasal yang didakwakan," katanya.

Baca juga: JPU Sebut Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet Coba Giring Fakta Persidangan

Dalam kasusnya, Ratna didakwa karena menyebarkan informasi bohong dengan mengaku dianiaya oleh sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat pada Selasa, 21 September 2018. Namun, polisi menemukan pada tanggal itu, Ratna sedang dirawat usai operasi plastik di Jakarta.

Akibat perbuatannya, Ratna disangka melanggar Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: