Pantau Flash
Tottenham Tunjuk Mourinho Gantikan Pochettino
Dishub Jaktim Berlakukan OTT Mobil dan Motor yang Masuk Jalur Sepeda
10 Anak di Bawah Umur Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Hebat di Australia
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Meksiko
Harga Minyak Tersungkur di Tengah Kekhawatiran Global Semakin Meningkat

Jokowi Sindir Pelukan Surya Paloh dengan Sohibul, PDIP Bilang Begini

Jokowi Sindir Pelukan Surya Paloh dengan Sohibul, PDIP Bilang Begini Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). (Foto: Antara/Puspa Pe

Pantau.com - PDI Perjuangan angkat bicara menanggapi sindiran Presiden Joko Widodo dalam acara HUT Partai Golkar terkait dengan pertemuan yang dilakukan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman beberapa waktu lalu. 

Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga menilai sindiran Jokowi tersebut bisa disebut juga sebagai penegasan kosistensi NasDem dalam koalisi pemeintahan.

"Itu bagi sebagian bisa dibaca seperti itu. Tetapi bisa saja ini kan Pak Jokowi sudah bebas menyampaikan apa isi hatinya," kata Eriko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Baca Juga: Surya Paloh Masih Calon Terkuat Kembali Duduki Kursi Ketum NasDem

Untuk diketahui Jokowi dalam sambutannya di acara HUT partai Golkar menyindir pelukan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Menurut Jokowi pelukan Surya terlihat sangat erat sekali.

Eriko mengatakan, Jokowi saat ini boleh saja menyampaikan kalimat bernada satire kepada rekan dalam koalisinya. Sebab, pada periode yang pertama menurut eriko kala itu Jokowi masih menahan untuk melakukan sindirian.

"Kok semacam ada perubahan, mungkin itu yang beliau ingin menyampaikan secara langsung. Kalau dulu kan katakan dalam budaya Jawa menyampaikan dengan langsung berdua atau melalui pembicaraan non formal. Kalau sekarang, hal umum saja. ini suatu budaya yang menurut kami baik. dan ini sebenernya bisa dijelaskan oleh pak Surya Paloh," ungkapnya.

Sementara di sisi lain, terkait dengan manuver yang dilakukan Pertai NasDem akhir-akhir ini, Eriko melihat hal itu ada dua kemungkinan. Pertama kemungkinan untuk strategi menghadapi Pilpres 2024 dan yang kedua adalah membangun koalisi solid di parlemen.

"Tetapi apakah finalisasi seperti apa, tentu masyarakat yang menilai. Apakah soal untuk menuju 2024? apakah ini kepentingan sesaat? katakan dinamisasi yang ada dalam politik ini kan bahasa-bahasa yang dilakukan oleh para elite seperti itu," tandasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Kalau Golkar Goncang Sedikit, Pemerintah Ikut

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung pertemuan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman, ketika memberikan sambutan dalam acara HUT ke-55 Partai Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 6 November.

Kemudian Jokowi menyapa para ketua umum partai politik. Jokowi pertama-tama menyapa Surya Paloh. Jokowi menyinggung wajah Paloh cerah setelah berangkulan dengan Sohibul usai pertemuan di Kantor DPP PKS, Jakarta. 

Mantan gubernur DKI Jakarta itu tak tahu makna dari rangkulan mereka berdua. Namun, Jokowi menyebut rangkulannya tak seperti biasa. "Tidak pernah saya dirangkul oleh Bang Surya se-erat dengan Pak Sohibul Iman," ujarnya yang kembali mengundang tawa.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: