Pantau Flash
Penyitaan Narkoba Terbesar di Malaysia: 3,7 Ton Senilai USD161 Juta
Sebelum Ada BBM 1 Harga, Premium di Nusa Ceningan Bali Rp10.000 per Liter
Dirut BPJS Kesehatan Bicara Soal Iuran: Kita Menyesuaikan dengan Hitungan
Jembatan George Washington Ditutup Setelah Ada Ancaman Bom
BMKG Sebut Ada 151 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat

Jokowi Singgung Anaknya yang Tidak Lulus Tes CPNS di Debat Pilpres

Jokowi Singgung Anaknya yang Tidak Lulus Tes CPNS di Debat Pilpres Jokowi Maruf Amin saat debat (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Capres petahana Joko Widodo mengatakan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) secara transparan telah dilakukan di masa pemerintahannya, yang bertujuan untuk meminimalkan perilaku korupsi di kantor pemerintahan.

"Sekarang sudah kita lakukan, contoh rekrutmen ASN, PNS kita dilakukan secara terbuka, semuanya bisa dicek, hasilnya juga bisa cek. Anak saya tidak bisa diterima di situ, karena memang tidak lulus," kata Jokowi menanggapi pertanyan debat capres di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis malam (17/1/2019).

Baca juga: Meriahnya Suasana Debat Pilpres di Markas Prabowo-Sandi

Dalam tema debat tentang korupsi dan terorisme, Jokowi memilih amplop A yang berisikan pertanyaan "Untuk menduduki jabatan publik seringkali dibutuhkan biaya yang sangat tinggi, sehingga setelah menduduki jabatan, perilaku korupsi tidak terhindarkan. Apa strategi anda untuk mengatasi politik berbiaya tinggi ini?"

Jokowi berkeyakinan bahwa prinsip rekrutmen dan lelang jabatan birokrat di lingkungan kantor pemerintahan harus berbasis pada kompetensi sumber daya manusianya, bukan didasarkan pada kemampuan finansial maupun pendekatan nepotisme calon atau PNS itu sendiri.

"Oleh sebab itu, untuk pejabat-pejabat birokrasi, rekrutmen harus dilakukan transparan, sederhana, dengan standar-standar yang jelas," kata Jokowi.

Sedangkan untuk jabatan politik, Jokowi mengatakan perlu dilakukan penyederhanaan sistem partai politik di Tanah Air, sehingga pelaksanaan pemilu dan pilkada tidak berbiaya mahal.

"Perlu penyederhanaan sistem di dalam sistem kepartaian kita, sehingga pemilu menjadi murah. Pejabat-pejabat tidak terbebani oleh biaya-biaya pemilu, sehingga kita harapkan bisa memangkas politik uang, bisa memangkas suap, bisa memangkas korupsi," katanya.

Baca juga: Prabowo Janji akan Pecat Pejabat yang Menyimpang Jika Terpilih

Selain itu, Jokowi menambahkan, dengan sistem pemilu berbiaya murah maka dapat dihasilkan pemimpin yang berintegritas dan berkapasitas untuk menjalankan pemerintahan maupun dewan perwakilan rakyat, baik di pusat maupun daerah.

"Kita bisa mendapatkan pejabat-pejabat publik yang memiliki integritas, yang memiliki kapasitas yang baik, dan kita harapkan dengan rekrutmen-rekrutmen ini, jabatan-jabatan, baik itu bupati, wali kota, gubernur dan seterusnya, kita akan mendapatkan putra-putri terbaik," ujarnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: