Pantau Flash
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor
13 Aliran Kepercayaan Sesat Tumbuh di Bekasi
PSSI Tak Tahu Keberadaan Simon McMenemy saat Ini

Kabar Baik Nih, Wilayah Sumatera dan Kalimantan Bakal Diguyur Hujan!

Kabar Baik Nih, Wilayah Sumatera dan Kalimantan Bakal Diguyur Hujan! Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat pada sepekan ke depan. Kabar ini menjadi kabar baik tentunya di tengah di sebagian kedua povinsi itu dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Keberadaan daerah konvergensi meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Daerah konvergensi tersebut diprakirakan akan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung. Atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan.

Baca Juga: Akhirnya Wilayah Kalimantan Ini Diguyur Hujan Lebat, Warga: Alhamdulillah!

Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah pada periode 23 hingga 26 September 2019 yaitu di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Sedangkan pada periode 27 hingga 30 September 2019 hujan diprakirakan akan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Baratdan Papua.

BMKG mengidentifikasi terdapat perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak Sabtu Perubahan kondisi atmosfer tersebut berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah Selatan Indonesia.

Pelemahan desakan massa udara kering ini mengakibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di Utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian Selatan.

Baca Juga: Pontianak Diguyur Hujan Deras Senin Pagi, Warga: Ini Berkah untuk Kita

Jika dilihat dalam skala yang lebih luas, daerah tekanan rendah di Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia.

Sejak 21 September 2019, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah Tenggara hingga Selatan tetapi cenderung dari arah Timur. Diprakirakan pada Senin (23/9) daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan.

Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Bagaskara Isdiansyah
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: