Pantau Flash
Vokalis Band Rock 'The Cars' Rick Ocasek Meninggal Dunia
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin
Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak

Kabulkan Penangguhan Soenarko, Polri Tegaskan Kasus Tetap Berjalan

Kabulkan Penangguhan Soenarko, Polri Tegaskan Kasus Tetap Berjalan Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Polri akhirnya mengabukan permohonan penangguhan penahanan terhadap eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko yang terlibat perkara mengusai senjata api ilegal. Meski demikan, polisi memastikan kasus itu akan tetap berjalan sesuai dengan prosedur. 

"Iya (tetap berjalan), dari penyidik untuk proses penanganan kasusnya tetap sesuai prosedur yang berlaku," ucap Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: Ini Alasan Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan Soenarko

Terkait dengan dikabulkannya penangguhan itu, kata Dedi, lantaran tim penyidik memiliki penilaian sendiri untuk mengabulkannya. Salah satunya yakni selama perkara tersebut bergulir, Soenarko selalu bersikap kooperatif.

"Kemudian penyidik memiliki pertimbangan bahwa dalam proses pemeriksaan yang dilakukan penyidik dan Pak Soenarko cukup kooperatif. Beliau menyampaikan semua terkait menyangkut suatu peristiwa yang beliau alami sendiri," papar Dedi. 

"Kemudian pertimbangan oleh penyidik selanjutnya secara subjektif, beliau tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak akan melarikan diri. Karena sudah ada penjamin dari Panglima TNI maupun dari Menko Kemaritiman," sambungnya. 

Baca juga: Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan Eks Danjen Kopassus Soenarko

Untuk diketahui, Soenarko menjadi tahanan Polri yang dititipkan di Rutan POM Guntur lantaran terjerat kasus kepemilikan senjata api ilegal yang diduga telah menyelundupkan senjata dari Aceh.

Salain itu, senjata yang disebut diselundupkan itu diduga akan digunakan dalam insden kerusuan 22 Mei 2019. Sehingga Soenarko dinilai berpotensi mengancam keamanan nasional.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: