Forgot Password Register

Ketua Pansus RUU Terorisme Minta Kapolri Hadiri Rapat

Ketua Pansus RUU Terorisme Minta Kapolri Hadiri Rapat Rapat Pansus RUU Terorisme (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang Terorisme Muhammad Syafii (Romo) meminta Jenderal Kapolri Tito Karnavian untuk menghadiri rapat panitia kerja perumusan.

Hal ini dikatakan setelah mendengar penjelasan Kepala Bidang Pembinaan Hukum dan Nasional Kementerian Hukum dan HAM (BPHN Kemenkum HAM) Prof Enny Nurbaningsih yang menyatakan pemerintah telah sepakat satu suara terkait definisi yang diajukan Enny.

Baca juga: Usulan Kapolri dan Panglima TNI Dibacakan di Pembahasan RUU Terorisme

Padahal, kata Romo, definisi yang diajukan Enny berbeda dengan definisi dalam surat rujukan Kapolri kepada DPR pada 23 November 2016, yang di dalamnya tercantum frase ideologi, politik, dan ancaman keamanan.

Sedangkan sebagian besar DPR menurut Romo menginginkan untuk tetap memasukkan frase-frase tersebut, yang ternyata tak kunjung dimasukkan pemerintah.

"Kalau itu dijadikan rujukan, saya minta Kapolri dihadirkan dulu, untuk nyatakan dia sudah setuju," kata Romo dalam rapat panja rumusan RUU Terorisme, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Baca juga: Kapolri Desak DPR Segera Selesaikan RUU Terorisme

Adapun bunyi rujukan Kapolri pada nomor B/5830/2016, berbunyi '(1) Terorisme adalah kejahatan terhadap negara, (2) Terorisme adalah penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap sasaran sipil dengan motif, ideologi atau politik'

Sedangkan menurut pemerintah yang diwakili Enny berbunyi 'Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, menimbulkan korban bersifat massal, dan atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang stategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional'.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More