Forgot Password Register

Konsultan: DP 0 Persen Tak Berdampak, Tapi....

Ilustrasi (Pixabay) Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa kebijakan maksimum nilai kredit (loan to value/LTV) tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap pasar properti bila tidak diikuti berbagai langkah kebijakan pendukungnya.

"Relaksasi LTV tidak akan berdampak signifikan terhadap pasar properti apabila tidak diikuti dengan kebijakan-kebijakan pendukung lainnya dari berbagai pihak terkait," kata Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, dalam paparan properti di Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Pertamina Antisipasi Kelangkaan Premium

Ferry mencontohkan, kebijakan yang erat terkait dengan sektor properti adalah tingkat suku bunga perbankan.

Ia menyatakan memahami bahwa langkah BI untuk menaikkan suku bunga acuan adalah dalam rangka menjaga nilai tukar rupiah.

Namun, lanjutnya, untuk mendorong pasar properti tetap tumbuh, maka sebaiknya kebijakan yang terkait dengan suku bunga acuan dapat lebih diterima masyarakat luas.

Ia juga mengemukakan bahwa berdasarkan survei yang dilakukan oleh Real Estate Indonesia (REI) Jakarta pada tahun 2018, yang menjadi perhatian utama adalah masalah pajak, perizinan, dan tingkat suku bunga.

Baca juga: Ini Hitungan Tarif Integrasi Tol JORR Sesuai Golongan, Cekidot!

Sebelumnya, Bank Indonesia melonggarkan syarat uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) dengan membebaskan perbankan untuk memberikan besaran maksimum LTV untuk pembelian rumah pertama.

Dengan demikian, perbankan tidak terikat aturan pemberian besaran uang muka oleh nasabah. Perbankan bisa mensyaratkan pembayaran uang muka, termasuk kemungkinan uang muka nol persen, tergantung hasil penilaian manajemen risiko bank.

Sebelum revisi peraturan LTV ini, BI mengatur besaran LTV atau kredit pembelian rumah tahap pertama yang luasnya di atas 70 meter persegi, adalah 85 persen dari total harga rumah.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More