Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

KPK Geledah Rumah Dirut Jasa Marga

KPK Geledah Rumah Dirut Jasa Marga Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, pada 11 dan 12 Februari 2019. Dalam penggeledahan itu, KPK juga menggeledah dua lokasi lain dalam pengusutan kasus proyek fiktif yang dikerjakan PT Waskita Karya.

"Dalam dua hari ini, KPK melakukan rangkaian penggeledahan di tiga lokasi di Jakarta, yaitu rumah Dirut Jasa Marga yang juga mantan kepala divisi dan mantan Direksi PT. Waskita Karya di Jl H Rausin, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat; rumah pensiunan PNS di Kementerian PUPR di Jl Selawah Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, dan rumah pensiunan PNS di Kementerian PUPR di Jl. Wirabakti Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (12/2/2019). 

Baca juga: KPK Periksa 10 Anggota DPRD Lampung Tengah Terkait Kasus Suap Pengadaan Barang

Febri menambahkan, penggeledahan itu terkait kasus korupsi pelaksanaan pekerjaan kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

"Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan terhadap tersangka FR (Fathor Rahman) dalam kasus TPK pelaksanaan pekerjaan kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya," jelasnya.

Dari penggeledahan itu, lanjut Febri, turut disita sejumlah dokumen untuk kebutuhan pembuktian dugaan kontraktor fiktif di sejumlah proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan dua orang pegawai PT Waskita Raya, yakni Kepala Divisi II PT Waskita Karya Tbk periode 2011-2013 Fathor Rachman (FR) dan Kepala Bagian Keuangan dan Resiko Divisi II PT Waskita Karya Tbk Yuli Ariandi Siregar (YAS).

Baca juga: Kasus Penganiayaan Anggota KPK, Pengacara Sebut KPK Jangan Geser Isu

Fathor Rachman dan Yuli Ariandi Siregar diduga menunjuk beberapa perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya Tbk. Namun sebagian dari pekerjaan itu diduga telah dikerjakan oleh perusahaan lain.

KPK menduga perusahaan yang ditunjuk Fathor dan Yuli tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Atas subkontrak pekerjaan fiktif itu, PT Waskita Karya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut.

Namun, perusahaan-perusahaan subkontraktor tersebut menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya kepada sejumlah pihak termasuk yang kemudian diduga digunakan untuk kepentingan pribadi kedua tersangka.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: