Pantau Flash
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka
Polri Klaim Situasi Papua Barat Kondusif
Kapolda: Kamtibmas Papua Sudah Kondusif dan Aman

KPK Panggil (Lagi) Setya Novanto Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1

KPK Panggil (Lagi) Setya Novanto Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1 Mantan Ketua DPR Setya Novanto (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Pantau.com - Hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Ketua DPR Setya Novanto. Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik itu dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Novanto akan diperiksa untuk tersangka Sofyan Basir, Dirut PT PLN nonaktif.

"Saksi Setya Novanto diperiksa jadi saksi tersangka SFB. Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua DPR atau mantan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR," jelas Febri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Terkuak! Ini Dia Peran Setya Novanto dalam Kasus PLTU Riau-1

Novanto sebelumnya pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama pada Agustus 2018 lalu. Nama Novanto memang santer disebut terlibat pada perkara suap pembahasan kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1 tersebut.

Peran Novanto pernah dijabarkan Jaksa Penuntut KPK dalam surat dakwaan Pengusaha Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, kontraktor proyek PLTU Riau-1 sekaligus pemberi suap. Pada isi dakwaan tertulis, sekitar awal 2016 Kotjo menemui Novanto untuk meminta bantuan agar dipertemukan dengan pihak PT PLN yang bertanggung jawab pada proyek tersebut.

Novanto pun mengenalkan Kotjo dengan kader Golkar Eni Maulani Saragih yang ketika itu menjabat wakil ketua Komisi VII DPR membidangi energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup. Pertemuan dilakukan di ruang kerja Ketua Fraksi Golkar di DPR. Setya Novanto menyampaikan kepada Eni Saragih agar membantu Kotjo dalam proyek PLTU dan untuk itu terdakwa akan memberikan fee, yang kemudian disanggupi Eni.

Eni pun mengajak Dirut PLN Sofyan Basir dengan didampingi Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso untuk menemui Novanto di rumahnya. Dalam pertemuan itu, Novanto meminta proyek PLTGU Jawa III kepada Sofyan Basir. Namun menurut Sofyan, proyek tersebut sudah ada kandidat konsorsium. Sementara pembangunan PLTU MT RIAU-1 belum ada kandidatnya.

Pertemuan baru kembali terjadi pada sekitar awal tahun 2017, Eni kembali bertemu Sofyan di Kantor Pusat PT PLN dan mengenalkan Kotjo sebagai pengusaha tambang yang tertarik menjadi investor proyek PLTU MT RIAU-1. Selanjutnya Sofyan Basir meminta agar penawaran diserahkan dan dikoordinasikan dengan Supangkat Iwan Santoso.

Baca juga: JPU KPK: Setnov Masuk dalam Daftar Penerima 'Commitmen Fee' dari Kotjo

Setelah itu, pembahasan kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1 pun terus terjadi. Dalam perkembangannya Eni selalu melaporkan proses kerjasama tersebut kepada Novanto.

Namun setelah Novanto ditahan KPK dalam kasus E-KTP pada November 2017, Eni selanjutnya melaporkan perkembangan proyek PLTU itu kepada Plt Ketum Golkar Idrus Marham.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: