Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

KPK Periksa 6 Saksi Dalami Kasus Suap Sofyan Basir

Headline
KPK Periksa 6 Saksi Dalami Kasus Suap Sofyan Basir ilustrasi (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah saksi dalam perkara Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir terkait kasus suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Sedikitnya, enam saksi dipanggil penyidik hari ini, salah satunya Direktur Pengadaan strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso.

"Penyidik hari ini memanggil enam saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir) terkait perkara suap kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir Ditetapkan Tersangka oleh KPK

Selain Iwan, lima saksi lainnya yang juga dipanggil yaitu Direktur Operasi PT pembangunan Jawa-Bali Investasi (PT PJBI) Dwi Hartono, Direktur Utama PT PJBI Gunawan Yudi Hariyanto, PLT Direktur operasional PT PLN batubara Djoko Martono, Direktur Utama PT PJBI Iwan Agung, Kepala Divisi Independent power producer PT PLN Muhammad Hasyim Sidqi.

Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka KPK pada 23 April 2019. Dia diduga menunjuk anak perusahaan milik Johannes B Kotjo, PT Samantaka Batubara, untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1.

KPK menyebut penunjukan itu dilakukan sekitar tahun 2016, padahal ketika itu belum terbit peraturan presiden nomor 4/2016 tentang percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Penunjukan itu dilakukan melalui sejumlah pertemuan antara Sofyan, Kotjo, mantan anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan serta pihak lain di sejumlah tempat seperti hotel, kantor PLN, restoran, hingga rumah Sofyan.

KPK menduga Sofyan menerima janji uang dengan bagian sama besar dengan Eni Saragih dan Idrus Marham. Jika berhasil memberikan Proyek PLTU Riau-1 ke anak perusahaan Kotjo.

Baca juga: Sidang PLTU Riau-1: Sofyan Basir Bantah Terima Uang Suap

Akibat perbuatannya, Sofyan dikenakan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU no. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU no. 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pasal 56 ayat (2) KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: