Forgot Password Register

Headlines

KPK Perpanjang Masa Tahanan Tersangka Suap PLTU Riau-1 Eni Saragih

KPK Perpanjang Masa Tahanan Tersangka Suap PLTU Riau-1 Eni Saragih Tersangka kasus suap PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih (Foto: Antara)

Pantau.com - KPK memperpanjang masa tahanan mantan wakil ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih selama 30 hari. Diketahui Eni merupakan salah satu tersangka pada perkara dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan perpanjangan masa tahanan akan dilakukan mulai Jumat, 12 Oktober 2018.

"KPK lakukan perpanjangan penahanan terhadap EMS selama 30 hari dari 12 Oktober hingga 10 November 2018," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018).

Baca juga: Hari ini, Eni Saragih Kembalikan Seluruh Uang Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1 ke KPK

Febri menyampaikan selama 30 masa penahanan kedua itu penyidik akan memperkuat bukti-bukti dalam kasus tersebut. Diketahui, sejak pertengahan Juli lalu, Eni telah menjadi tahanan KPK dan menempati rutan KPK cabang K4.

Selain Eni, KPK juga masih menahan dua tersangka lain terkait perkara itu. Yakni pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo dan mantan Menteri Sosial yang juga mantan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Terhadap Johannes, KPK telah merampungkan berkas pemeriksaan dan telah menyidangkannya di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat sejak pekan lalu.

Dalam kasus ini, Johannes diduga telah memberikan uang suap kepada Eni sebanyak Rp 4,7 miliar. Uang tersebut diberikan dalam rentang waktu November hingga Desember 2017.

Selain itu, Johannes juga memberikan janji berupa uang sebesar USD 1,5 juta kepada Idrus. Motif pemberian uang itu agar Eni, sebagai anggota DPR ketika itu, memuluskan proses penandatanganan kerjasama  proyek PLTU Riau-1 untuk perusahaan Johannes. Diduga Idrus yang menjadi perantara mengenalkan Johannes kepada Eni Saragih.

Baca juga: Eni Saragih Ingatkan Golkar Kembalikan Sisa Uang Suap PLTU Riau-1

Dalam pelaksanaannya, salah satu anak perusahaan Blackgold Natural Recourses Limited, yakni PT Samantaka Batubara telah menjadi anggota konsorsium dari proyek Rp 12,8 triliun tersebut.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More