Forgot Password Register

Eni Saragih Ingatkan Golkar Kembalikan Sisa Uang Suap PLTU Riau-1

Eni Saragih Ingatkan Golkar Kembalikan Sisa Uang Suap PLTU Riau-1 Eni Saragih (Foto: Antara/Reno Esnir)

Pantau.com - Tersangka dugaan kasus suap kerjasama proyek PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih mengingatkan Partai Golkar agar mengembalikan seluruh uang terkait suap PLTU Riau-1. Menurut Eni masih ada Rp1,3 miliar, dari total Rp2 miliar, yang belum dikembalikan partai berlambang pohon beringin itu ke KPK. 

"Yang Rp2 miliar dipakai Munaslub, Golkar sudah kembalikan Rp700 (juta). Sisanya nanti kita minta Golkar kembalikan karena itu memang digunakan untuk kegiatan munaslub dan pra munaslub dan beberapa kegiatan Golkar," kata Eni di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018).

Baca juga: Eni Saragih Komentari Aksi Golkar Kembalikan Uang Rp700 Juta Terkait Suap PLTU Riau-1

Diketahui uang Rp2 miliar tersebut merupakan bagian dari Rp4,7 miliar yang pernah diterima Eni dari pemilik perusahaan Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Sementara Rp2,7 miliar lainnya digunakan secara pribadi oleh kader Golkar tersebut.

Menurut Eni, uang yang digunakan untuk Munaslub Golkar pada 20-21 Desember 2017 itu telah habis digunakan. Diketahui ketika itu Eni bertugas sebagai bendahara Munaslub. 

"Kayanya terpakai semua. Mudah-mudahan Golkar akan kembalikan semua," ucap Eni. 

Baca juga: Eni Saragih Akui Diperintah Pengurus Partai Agar Gunakan Uang Suap untuk Munaslub Golkar

Sebelumnya, dalam catatan Pantau.com, Juru Bicara KPK Febri Diansyah pernah mengatakan jika seorang pengurus Partai Golkar mengembalikan uang sebanyak Rp700 juta ke KPK.

Febri menjelaskan pengembalian tersebut berkaitan dengan perkara dugaan suap Proyek PLTU Riau-1 yang menjerat dua kader Golkar, Idrus Marham dan Eni Saragih.

"Kami konfirmasi benar ada pengembalian uang tersebut yang dilakukan bukan hari ini. Tapi kemarin atau lusa dua hari lalu. Tapi yang pasti pengembalian sekitar Rp700 juta," ungkap Febri kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 7 September 2018.

"Tentu kami tidak bisa menyebutkan (nama pengurus Golkar yang kembalikan uang). Karena masih dalam proses pemeriksaan," ujar Febri saat itu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More