Forgot Password Register

KPK Telah Sita Uang Ratusan Miliar dalam Kasus Suap Proyek Air Minum PUPR

KPK Telah Sita Uang Ratusan Miliar dalam Kasus Suap Proyek Air Minum PUPR Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang ratusan miliar dalam proses penyidikan kasus suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut uang yang disita dalam bentuk mata uang rupiah hingga dolar dan diduga pernah diterima oleh sejumlah pejabat Kementerian PUPR. 

"Setelah dilakukan rekapitulasi sampai dengan saat ini, Penyidik telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang yang diduga mengalir pada sejumlah pejabat di Kementerian PUPR terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum baik dalam mata uang rupiah ataupun valuta asing. Yaitu Rp11,2 miliar, SGD231 ribu, dan USD1385 ribu," ujar Febri kepada wartawan, Rabu (13/2/2019). 

Baca juga: Usut Suap Taufik Kurniawan, KPK Panggil Anggota Banggar DPR serta PNS Kemenkeu

Febri menjelaskan uang itu ada yang disita KPK saat operasi tangkap tangan terjadi pada 29 Desember 2018, serta berasal dari pengembalian 16 orang pejabat di Kementerian PUPR, baik yang telah berstatus tersangka maupun saksi.

KPK menduga masih ada aliran dana suap terkait proyek tersebut yang belum dikembalikan oleh pejabat PUPR.

"Oleh karena itu, KPK mengingatkan pada semua pihak yang pernah menerima aliran dana tersebut agar secara kooperatif mengembalikan pada KPK. Sikap kooperatif akan dihargai secara hukum," kata Febri.

Diketahui dalam kasus ini, KPK telah menetapkan status tersangka kepada Kepala Satuan Kerja SPAM strategi/pejabat pembuat Komite (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare beserta tiga orang pegawai SPAM lainnya. 

Mereka diduga menerima suap dari sejumlah pihak swasta, PT Wijaya Kesuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP). 

Baca juga: KPK Cegah Pegawai PUPR ke Luar Negeri Terkait Suap Proyek SPAM

Hasil penelusuran KPK, Anggiat diduga menerima Rp350 juta dan USD5.000 untuk pembangunan SPAM Lampung. Juga Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3 di Pasuruan, Jawa Timur. 

Sementara PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah menerima suap Rp1,42 miliar dan USG22.100 untuk pembangunan SPAM Katulampa. 

Kepala Satuan kerja SPAM darurat Teuku Moch Nazar menerima Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Sulawesi Tengah. Terakhir PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin menerima Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1.

Selain empat orang yang diduga sebagai penerima suap, KPK juga menetapkan status tersangka kepada Direktur Utama PT WKE Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT TSP Irene Irma, dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo. 


Share :
Komentar :

Terkait

Read More