Forgot Password Register

KPK Cegah Pegawai PUPR ke Luar Negeri Terkait Suap Proyek SPAM

KPK Cegah Pegawai PUPR ke Luar Negeri Terkait Suap Proyek SPAM Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis Kementerian PUPR 2014–2016 Tampang Bandaso dicegah ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM. Pencegahan itu dilakukan atas permintaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pencegahan itu terkait dengan kasus proyek sistem air minum (SPAM) dengan tersangka Direktur Utama  PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto.

"KPK telah mengirimkan surat ke Imigrasi untuk melakukan tindakan pelarangan seseorang ke luar negeri terhadap Tampang Bandaso, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis Kementerian PUPR 2014–2016," kata Febri kepada wartawan, Selasa (12/2/2019). 

Baca juga: KPK Geledah Rumah Dirut Jasa Marga

Ia menambahkan, Tampang dicegah ke luar negeri selama enam bulan terhitung sejak 23 Januari sampai dengan 23 Juli 2019. Sebelumnya, Tampang pernah diperiksa KPK pada 21 Januari 2019. 

"Karena masih dibutuhkan keterangannya dalam proses penyidikan ini, maka perlu dilakukan pencegahan ke luar negeri. Agar saat dibutuhkan keterangan, saksi berada di Indonesia," tambah Febri.

Baca juga: Tunjukkan Bukti Foto, Pengacara Klaim Tak Ada Penganiayaan yang Dialami Anggota KPK

Dalam kasus ini, Direktur Utama  PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto diduga bersama Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Dirut PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma, dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo memberikan suap untuk proyek SPAM di Lampung, Pasuruan, Toba, dan Katulampa. Juga proyek pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Sulawesi Tengah. 

Sedangkan diduga sebagai penerima suap yaitu Kepala Satker SPAM Strategis/ PPK SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More