Forgot Password Register

KPK Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Bupati Labuhanbatu

KPK Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Bupati Labuhanbatu Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru dalam perkara dugaan suap terkait proyek di lingkungan Kabupaten Labuhanbatu TA 2018. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, berdasarkan bukti permulaan yang cukup, KPK menetapkan satu orang pihak swasta bernama Thamrin Ritonga (TR) sebagai tersangka. 

"Tersangka TR, diduga orang dekat PPH (Pangonal Harahap, Bupati Labuhanbatu), diduga bersama-sama dengan PPH menerima hadiah atau janji dari tersangka ES (Effendy Syahputra)," kata Febri dalam konferensi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/10/2018). 

Baca juga: KPK Angkat Bicara Terkait Pernyataan Amien Rais akan 'Buka-bukaan' Kasus Korupsi

Febri menjelaskan Thamrin menjadi pihak perantara antara Pangonal dengan Effendy, pihak swasta, dalam permintaan dan pemberiaan uang suap. Thamrin bertugas menghubungi Effendy agar menyerahkan uang sebanyak Rp500 juta pada 17 Juli 2018 untuk kebutuhan pribadi Pangonal. 

"Effendy berperan mengoordinir pembagian sejumlah proyek di Pemkab Labuhanbatu, terutama pembagian proyek untuk Tim sukses PPH," ujar Febri. 

Selama proses penyidikan KPK, lanjut Febri, teridentifikasi bahwa Pangonal telah menerima suap sebanyak Rp48 miliar dan sejumlah proyek di Labuhanbatu TA 2016, 2017, dan 2018.

Baca juga: Gubernur Aceh Nonaktif Ajukan Praperadilan

Akibat perbuatannya, Thamrin diberatkan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Kasus ini berawal saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pada Selasa, 17 Juli 2018 lalu. Dalam operasi senyap tersebut KPK baru menemukan bukti transaksi sebesar Rp576 juta. Melalui cek yang dicairkan, diduga Rp500 juta di antaranya diserahkan melalui orang kepercayaan Pangonal, Umar Ritonga. 

Dari OTT tersebut kemudian KPK menetapkan Pangonal, Effendy, dan Umar sebagai tersangka. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More