Pantau Flash
BNPB: Kualitas Udara di Sumsel, Jambi, dan Riau Sangat Tidak Sehat
F1 Bakal Digelar di Miami pada Musim 2021
OJK: Kehadiran Palapa Ring Bisa Percepat Industri Fintech di Indonesia
Kementan Dorong Kawasan Perbatasan Jadi Lumbung Beras dan Ekspor
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Warga Panik Luar Biasa

Kurs Rupiah Menguat di Tengah Kesepakatan Dagang AS dengan China

Kurs Rupiah Menguat di Tengah Kesepakatan Dagang AS dengan China Mata Uang Dolar AS dan Rupiah (Foto: Antara)

Pantau.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat seiring optimisme pasar terhadap kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Optimisme pasar kembali terhadap potensi kesepakatan perjanjian dagang AS dan China, setelah Bloomberg melaporkan pejabat China akan menerima partial trade deal kalau tarif yang tinggi tetap diberlakukan," kata Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

China juga menawarkan untuk membeli produk-produk pertanian AS dengan jumlah yang lebih besar. Mulai 10-11 Oktober ini, pejabat tinggi kedua negara akan membahas kesepakatan dagang ini.

Baca juga: The Fed Turukan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Menguat

"Investor memfaktorkan optimisme ini di tengah kemungkinan The Fed masih belum solid dalam keputusan suku bunganya pada pertemuan 29-20 Oktober ini," ujar Lana.

Sebagian besar pejabat tinggi The Fed menilai penurunan suku bunga ini diperlukan, tetapi jumlah pejabat The Fed yang menolak penurunan tersebut meningkat.

Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.150 per dolar AS hingga Rp14.170 per dolar AS.

Baca juga: Kenapa Kurs Rupiah Menguat Jelang Pertemuan The Fed?

Pada pukul 09.40 WIB rupiah menguat 18 poin atau 0,13 persen menjadi Rp14.155 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.173 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp14.157 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.182 per dolar AS.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ekonomi

Berita Terkait: