Pantau Flash
Pelebaran Trotoar di Cikini Korbankan Jalur Sepeda
Hasto: Ahok Tak Harus Keluar PDIP Jika Diberi Tugas di BUMN
Semua Anggota Polri Dilarang Pamer Kekayaan di Media Sosial
Luhut Panjaitan: Kami Nggak Mau Teknologi Kelas 2 Datang ke Indonesia
Banderol Marko Simic Terlalu Tinggi untuk Sepak Bola Indonesia

Lawan Bahaya Sinar UV dengan Rutin Konsumsi Buah Tomat

Headline
Lawan Bahaya Sinar UV dengan Rutin Konsumsi Buah Tomat Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

Pantau.com - Beberapa peneliti Inggris menemukan fakta bahwa menambahkan tomat kedalam masakan yang kita konsumsi setiap hari dapat meningkatkan kemampuan kulit melindungi diri dari sinar ultra-violet yang berbahaya.

Studi yang dilakukan University of Manchester dan University of Newcastle itu menemukan manfaat lain dari tomat, bahwa menambahkan lima sendok makan pasta tomat pada makanan harian dapat membantu menghindari kerusakan kulit dan menyediakan perlindungan terhadap dampak sinar ultra-violet.

Kerusakan akibat sinar itu dapat mengakibatkan penuaan dini dan bahkan kanker kulit.

Baca Juga: Ini 5 Manfaat Buah Tomat untuk Kecantikan Wajah Kamu

Dalam studinya tersebut, para peneliti memberi 10 relawan dengan 55 gram pasta tomat yang dimasak dan 10 gram minyak zaitun setiap hari, sementara 10 peserta lagi hanya diberikan minyak zaitun.

Setelah tiga bulan, contoh kulit dari kelompok yang diberikan tomat memperlihatkan mereka memiliki 33 persen tambahan perlindungan dari terbakar sinar matahari, sama dengan faktor sangat sedikit krim pelindung dari sinar matahari, dan tingkat "procollagen" yang jauh lebih tinggi.

Procollagen adalam molekul yang memberi kulit susunannya dan menjaganya agar tetap kenyal.

Baca Juga: Hindari Makan Tomat Bareng Makanan Mengandung Zat Besi Jika Tak Mau Rugi

Studi tersebut menunjukkan "antioxidant lycopene", yang ditemukan pada konsentrasi paling tinggi ketika tomat telah dimasak, berada di balik manfaat nyata itu.

Makanan tomat mendorong secara mencolok tingkat procollagen di kulit. Peningkatan ini menunjukkan potensi pembalikan proses penuaan kulit," kata Lesley Rhodes, ahli ilmu penyakit kulit di University of Manchester.

Namun ada peringatan bahwa tomat mesti dipandang sebagai "tambahan yang bermanfaat" dan bukan sebagai pilihan bagi krim pelindung dari sinar matahari.

Peneliti itu mengatakan studi tersebut lebih kecil dan singkat, sehingga mereka lebih mempertimbangkan untuk melakukan penelitian baru mengenai manfaat "lycopene" bagi kesehatan kulit.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Ragam

Berita Terkait: