Pantau Flash
New York Mulai Larang Penjualan Rokok Elektrik Bercita Rasa
UU Pemasyarakatan Beres, Napi Koruptor Bisa Mudah Bebas Bersyarat
Pesawat Twin Otter Hilang Kontak dalam Penerbangan dari Timika ke Ilaga
Hafiz/Gloria Terhenti di Babak Pertama China Open 2019
KTM: Posisi Johann Zarco Digantikan Mika Kallio hingga Akhir Musim

Manokwari Memanas! Berikut 7 Fakta Tentang Kerusuhan di Papua

Headline
Manokwari Memanas! Berikut 7 Fakta Tentang Kerusuhan di Papua Kondisi gedung DPRD Papua Barat yang terbakar pascakerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/02/2019). (Foto: Antara/Tomi)

Pantau.com - Beberapa hari ini Manokwari menjadi topik perbincangan usai kerusuhan para pengunjuk rasa yang sempat membakar sejumlah kendaraan dan fasilitas umum.

Massa yang terdiri atas mahasiswa dan masyarakat itu pun membakar ban dan memblokade jalan. Akibatnya, aktivitas perekonomian warga Manokwari pun lumpuh total. Kerusuhan di Manokwari membuat masyarakat Indonesia menyerukan kedamaian dalam berbagai pesan di media sosial. 

Berikut 7 fakta tentang kerusuhan yang terjadi di Manokwari, dikutip dari berbagai sumber:

1. Awal Mula Kerusuhan

Pada 15 Agustus, beberapa mahasiswa Papua bentrok dengan warga Malang usai Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua, melakukan aksi damai mengecam penandatanganan New York Agreement. 

Kemudian, TNI/Polri dan ormas dilaporkan mengepung asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, pada 17 Agustus 2019. Pengepungan dari aparat serta ormas itu terjadi usai adanya kabar perusakan tiang dengan bendera merah putih. 43 mahasiswa Papua ditangkap kemudian dipulangkan usai pemeriksaan.

2. Pembakaran Gedung DPRD

Aksi demonstrasi terjadi di Manokwari yang disebut sebagai bentuk protes atas insiden pengepungan dan intimidasi terhadap sejumlah mahasiswa di Surabaya dan Malang. Para pendemo meminta pemerintah cepat menyelesaikan permasalahan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Insiden kericuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, membuat beberapa fasilitas publik di sana jadi sasaran amuk demonstran. Sejumlah warga di Manokwari pada Senin pagi, 19 Agustus, turun ke jalan dan membakar ban di tengah jalan. Bahkan, gedung DPRD Papua Barat dan bangunan Eks Kantor Gubernur turut dibakar.

3. Manokwari Lumpuh

Sejumlah ruas jalan di Manokwari, terutama jalan Yos Sudarso yang merupakan jalan utama kota Manokwari diblokade massa yang mengakibatkan aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas lumpuh. Tidak hanya memblokade jalan, warga juga menebang pohon dan membakar ban di jalan raya, pada Senin, 19 Agustus.

Menurut Simon warga jalan Sanggeng Manokwari bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat Papua terhadap insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya tersebut.

Baca juga: Ini Pesan Presiden Jokowi Tanggapi Kerusuhan di Manokwari

Simon menambah bahwa aksi damai ini agar pemerintah secepatnya menyelesaikan permasalahan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang agar mereka dapat kuliah dengan baik.

4. Negosiasi yang Alot

Pangdam XVIII/Kasuari, Papua Barat Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak langsung menemui demonstran di Manokwari untuk bernegosiasi. Namun, pertemuan itu berujung massa yang tiba-tiba melempar dua tokoh itu dengan benda tumpul seperti kayu.

Meski demikain, aparat kepolisian, TNI, dan pimpinan daerah di Papua Barat masih berusaha melakukan negosiasi dengan pemimpin massa dalam kerusuhan di Manokwari. 


5. Polisi Telusuri Akun Medsos Pemicu Kerusuhan

Kepolisian saat ini masih mendalami sejumlah akun media sosial yang menyebarkan video berkonten provokasi yang diduga menjadi pemicu terjadinya kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.

"Akun tersebut menimbulkan kegaduhan di media sosial maupun (menyebabkan) tindakan kerusuhan yang dilakukan kelompok yang terprovokasi oleh diksi yang disampaikan dalam narasi tersebut," kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019.

Menurut dia, video yang tersebar di internet menuding bahwa aparat telah melakukan tindakan diskriminasi terhadap para mahasiswa Papua.

Baca juga: Infografis Kronologi Pecahnya Kerusuhan Manokwari yang Mencekam

6. Jokowi Minta Warga Papua Memaafkan

Presiden Joko Widodo mengimbau agar masing-masing pihak di Papua menahan diri dan memaafkan jika ketersinggungan. 

"Jadi, saudara-saudaraku, pace, mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air, yang paling baik adalah saling memaafkan. Emosi itu boleh, tetapi, memaafkan itu lebih baik," kata Jokowi di beranda kanan Istana Merdeka Jakarta, Senin petang.

Menurut dia, sabar itu juga lebih baik. Ia meminta masyarakat yakin bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan pace, mace mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat. 

7. Kominfo Batasi Akses Internet di Papua

Kementerian Komunikasi dan Informatika sepat melakukan pelambatan akses internet di beberapa wilayah Papua untuk mencegah hoax yang beredar terkait aksi massa di Papua. Pelambatan akses dilakukan secara bertahap pada Senin, 19 Agustus.

Kominfo mengatakan tujuan pembatasan itu untuk mencegah meluasnya penyebaran hoax yang memicu aksi di Manokwari. Kominfo sudah mendeteksi 2 hoax terkait aksi massa yang terjadi, yaitu foto warga Papua tewas dipukul aparat di Surabaya dan Polres Surabaya menculik 2 pengantar makanan untuk mahasiswa Papua. 

Kominfo mengimbau masyarakat tidak sembarangan menyebar hoax.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Nasional

Berita Terkait: