Forgot Password Register

Mengukur Toleransi Rodrigo Duterte Terhadap 'Kebengelan' China

Mengukur Toleransi Rodrigo Duterte Terhadap 'Kebengelan' China Ilustrasi militer Filipina. (Foto: Reuters/Romeo Ranoco)

Pantau.com - Filipina siap untuk berperang jika personel militer dirugikan setelah China menunjukkan sikap kontroversi di Laut China Selatan. Hal itu sekaligus menepis jika Presiden Filipinan Rodrigo Duterte takut terhadap China.

"Malam itu, presiden mengatakan jika pasukannya dirugikan, itu bisa menjadi garis merahnya," kata Penasihat Keamanan Nasional Hermogenes Esperon kepada wartawan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (31/5/2018).

Pernyataan sekaligus menguatkan apa yang telah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetano kepada anggota dinas luar negeri.

Baca juga: Jaga Wilayah di Laut China Selatan, Rodrigo Duterte Siap Perang dengan China

Ia mengatakan, Duterte telah memberikan peringatak kepada China bahwa dia tidak akan mengizinkan ada konstruksi yang tidak sah di Beting Scarborough atau ekstraksi sumber daya di daerah-daerah di mana Filipina memiliki hak kedaulatan.

Sebelumnya, Presiden Rodrigo Duterte mendapat kritik dalam beberapa pekan terakhir karena tidak berani berhadapan langsung dengan China.

Untuk diketahui, Cina telah memasang sistem rudal di pulau-pulau buatan di perairan yang masuk ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina.

Baca juga: Diusilin China, Presiden Filipina: Tidak Mungkin untuk Berperang Sekarang Ini

Sementara itu, banyak lawan politik Duterte yang mengajukan protes diplomatik lantaran lemahnya sang Presiden.

China sendiri mengklaim, sebagian besar Laut China Selatan adalah wilayah bersama di mana setiap tahunnya ia mengirim barang yang mencapai USU3 triliun setiap tahunnya.

Hal itu dianggap telah memberikan kemajuan terhadap wilayah Laut China Selatan yang hingga kini masih disengketakan. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More