Forgot Password Register

Netanyahu Dukung RUU Hukuman Mati Bagi Warga Palestina

Netanyahu Dukung RUU Hukuman Mati Bagi Warga Palestina Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Reuters/Amir Cohen)

Pantau.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memberi lampu hijau untuk RUU kontroversial yang memungkinkan penjatuhan hukuman mati bagi warga Palestina yang terlibat dalam serangan terhadap Israel.

Netanyahu mengatakan tidak ada yang mencegah RUU itu diajukan di Knesset atau parlemen Israel, menurut surat kabar Times of Israel.

Ia mengatakan, oposisi dari dinas keamanan internal Israel Shin Bet dan tentara Israel seharusnya tidak mencegah anggota parlemen untuk melancarkan mosi tersebut.

Seperti dilansir Anadolu, Selasa (6/11/2018), undang-undang itu telah didukung oleh Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, yang merupakan bagian dari perjanjian koalisi sebelumnya dengan partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Baca juga: Israel Tambah Angkatan Militer, Artis Hollywood Lakukan Penggalangan Dana

Perjanjian itu membawa partai Lieberman, Yisrael Beiteinu, ke dalam pemerintahan koalisi Israel. RUU kontroversial tersebut telah disetujui oleh Knesset dalam pembacaan pertama pada Januari.

Tahun lalu, Netanyahu menyuarakan dukungannya untuk menerapkan hukuman mati kepada mereka yang dianggap sebagai teroris.

Sistem hukum ganda Israel umumnya mengadili orang Israel di pengadilan sipil dan Palestina di pengadilan militer, di mana hukuman mati akan diterapkan. Penduduk Israel pada umumnya tidak akan menghadapi eksekusi karena membunuh orang Palestina.

Saat ini, hukuman mati hanya dapat dikenakan jika panel yang terdiri dari tiga hakim militer menjatuhkan hukuman dengan suara bulat. Jika RUU itu disetujui, maka putusan mayoritas saja cukup untuk menjatuhkan hukuman mati .

Menurut laporan resmi Palestina, sekitar 6.500 warga Palestina saat ini ditahan di penjara dan fasilitas tahanan di seluruh Israel.

Baca juga: Israel: Sanksi AS Merupakan Pukulan Besar untuk Iran

Share :
Komentar :

Terkait

Read More