Forgot Password Register

Israel Tambah Angkatan Militer, Artis Hollywood Lakukan Penggalangan Dana

Israel Tambah Angkatan Militer, Artis Hollywood Lakukan Penggalangan Dana Pharrell Williams turut hadir dalam acara galang dana untuk IDF. (Foto: Twitter/pharrellwworld)

Pantau.com - Gelaran tahunan Angkatan Pertahanan Israel (FIDF) membuat sejumlah rekor untuk organisasi militer Israel pada Kamis (1 November 2018), seminggu setelah peristiwa pembantaian terhadap 11 orang Yahudi di Pittsburg, Pennsylvania.

Gala dana yang diadakan tahun 2018 berhasil mengumpulkan tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, sekitar USD32 juta. Megadonor dari Israel, pebisnis Shelden Adelson dan Haim Saban menjadi orang yang menduduki puncak daftar donor, dengan masing-masing menyumbang sekitar USD10 juta.

Baca juga: Israel Tangkap 26 Orang Palestina dalam Serangan di Tepi Sungai Jordan

Sementara itu, bintang pop Amerika Serikat Pharrell Williams, anak dari Bob Marley yakni Ziggy Marley, aktor Ashton Kutcher, dan Gerard Butler, Andy Gracia, bintang dari film kontroversial produksi Netflix, yakni Fauda yang menceritakan perang Israel-Palestina juga turut hadir dalam acara yang diadakan di Beverly Hills.

Seperti dilansir Sputnik, Selasa (6/11/2018), bintang Hollywood sedang meningkatkan tekanan dari gerakan boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) gerakan yang menolak melakukan bisnis dengan Israel dan mempromosikan proyek Israel. Selain itu, penyanyi Lana Del Rey juga telah membatalkan konser di Israel pada akhir Agustus lalu untuk mendukung gerakan boikot tersebut, juga ikut bergabung.

Gala tersebut juga memperingati 70 tahun sejarah Israel melalui mata para pahlawan (IDF), kata Associated Press.

Baca juga: Mesir Lanjutkan Diplomasi antara Palestina dan Israel Terkait Perdamaian

Sementara itu, sebuah film dokumenter propaganda Israel dengan Amerika Serikat yang diproduksi oleh Al Jazeera yang telah disensor dalam penayangannya telah bocor di bagian ke empat.

Dokumenter tersebut menunjukan penggalangan dana oleh satu kandidat kongres yang diadakan oleh grup Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC) yang membagi sumbangan tersebut kepada peserta secara merata. 

Qatar yang mendanai Al Jazeera menolak untuk mempublikasikan dokumenter tersebut di bawah tekanan kuat dari Israel.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More