
Pantau - Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon dilaporkan mencapai 570 orang sejak 2 Maret, sementara 1.444 warga sipil lainnya mengalami luka-luka di tengah eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Pusat krisis Pemerintah Lebanon menyatakan jumlah korban terus bertambah akibat serangan militer yang terjadi sejak awal Maret.
Pusat krisis Pemerintah Lebanon menyatakan "Jumlah total korban agresi Israel sejak 2 Maret telah mencapai 570 orang, dengan 1.444 orang luka-luka".
Serangan Israel dilaporkan menyasar sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk kawasan padat penduduk serta ibu kota Beirut.
Operasi militer tersebut dilancarkan setelah sebelumnya sejumlah roket ditembakkan dari wilayah Lebanon menuju Israel.
Gerakan Syiah Lebanon Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan roket tersebut.
Tentara Israel kemudian melancarkan serangan balasan secara besar-besaran ke berbagai wilayah di Lebanon.
Eskalasi konflik tersebut menyebabkan ratusan ribu warga Lebanon meninggalkan rumah mereka.
Para warga mencari perlindungan di daerah yang dianggap lebih aman di berbagai wilayah Lebanon.
Situasi keamanan di kawasan tersebut dilaporkan masih terus berkembang seiring berlanjutnya operasi militer antara kedua pihak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








