Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Nggak Main-main, Vietnam Gunakan Militer Habisi Wabah Demam Babi

Nggak Main-main, Vietnam Gunakan Militer Habisi Wabah Demam Babi Virus demam babi afrika (African swine fever virus (ASFV/) menginfeksi ternak dan babi liar. (pirbright.ac.uk via Antara)

Pantau.com - Vietnam mengatakan akan mengerahkan personel militer dan polisinya untuk membantu memerangi demam babi Afrika, yang sudah mengakibatkan pemilahan sebanyak empat persen ternak babi di negeri tersebut.

Virus demam itu, yang pertama dideteksi di negara Asia Tenggara tersebut pada Februari, telah menyerang 29 provinsi, dan membuat pemerintah memilah lebih dari 1,2 juta babi.

"Segera, personel tentara dan polisi akan ikut dalam upaya memastikan babi yang tertular dipilah dengan cara yang tepat, untuk menjaga wabah menyebar lebih jauh," kata harian yang dikelola pemerintah Tien Phong pada Selasa, dengan mengutip Wakil Menteri Pertanian Vietnam Phung Duc Tien.

Baca juga: Wabah Demam Babi Kepung Benua Afrika

Menurut laporan tersebut, Tien mengatakan polisi akan melakukan penyelidikan mengenai kasus itu, sementara pemerintah lokal telah gagal untuk menangani wabah tersebut secara layak.

"Vetnam tak pernah menghadapi wabah penyakit yang sangat berbahaya, rumit dan mahal di industri peternakannya," kata Menteri Pertanian Nguyen Xuan Cuong dalam satu taklimat di Hanoi pada Senin  13 Mei lalu.

Banyak provinsi telah gagal mendeteksi wabah dan memilah babi yang tertular secara layak akibat kekurangan dana dan ruang yang diperlukan untuk mengubur babi yang mati, kata pemerintah pada Senin.

Baca juga: Cacar Monyet Mengancam, Ketahui Gejala Serta Cara Pencegahannya

Babi merupakan tiga-perempat dari seluruh konsumsi daging di Vietnam, negara dengan 95 juta warga, tempat kebanyakan dari 30 juta babi yang dipelihara di peternakan dikonsumsi di dalam negeri.

Penyakit itu, yang tidak berbahaya buat manusia tapi tak bisa diobati pada babi, juga telah menyebar dengan cepat ke negara tetangganya, China, produsen utama daging babi di dunia.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada Maret menyarankan Vietnam agar mengumumkan penyebaran demam babi sebagai keadaan darurat nasional.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: